Author: [email protected]

  • Telkom University menjadi Tuan Rumah Kegiatan ASEAN IVO SC Meeting 2026

    Telkom University menjadi Tuan Rumah Kegiatan ASEAN IVO SC Meeting 2026

    Jakarta, 10 Maret 2026 – Telkom University kembali mempertegas komitmennya dalam kancah internasional dengan sukses menjadi tuan rumah agenda bergengsi, ASEAN IVO (ICT Virtual Organization of ASEAN Institutes and NICT) Steering Committee (SC) Meeting 2026 yang berlangsung di Telkom University Jakarta, Gedung Stasiun Bumi, Indonesia. ASEAN IVO SC Meeting 2026 menjadi salah satu forum penting yang mempertemukan para peneliti dan pemangku kepentingan dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara dan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi riset di bidang teknologi informasi dan komunikasi (ICT) yang berfokus pada isu lingkungan serta mitigasi bencana.

    Pertemuan ini merupakan bagian dari inisiatif ASEAN IVO (ICT Virtual Organization of ASEAN Institutes and NICT) yang bertujuan mendorong kerja sama penelitian lintas negara di kawasan ASEAN. Dalam agenda pertemuan, para peserta membahas berbagai topik strategis, termasuk pemilihan proyek penelitian ASEAN IVO tahun 2026 serta rencana penguatan kolaborasi riset antar institusi di kawasan Asia Tenggara.

    Selain sesi diskusi dan rapat steering committee, kegiatan ini juga menghadirkan sesi pemaparan mengenai perkembangan riset ICT di Indonesia. Salah satu presentasi yang menjadi sorotan adalah pemaparan mengenai pemanfaatan teknologi untuk perlindungan lingkungan dan pencegahan bencana di kawasan ASEAN. Materi tersebut menyoroti pentingnya integrasi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), hingga pemanfaatan data satelit untuk meningkatkan sistem pemantauan lingkungan dan sistem peringatan dini bencana.

    Isu lingkungan dan bencana memang menjadi perhatian bersama negara-negara ASEAN. Dengan tingginya risiko bencana alam seperti banjir, kebakaran hutan, hingga badai tropis, kolaborasi riset berbasis teknologi dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam membangun ketahanan kawasan. Melalui forum ini, para peneliti dan institusi yang terlibat diharapkan dapat merancang solusi teknologi yang lebih terintegrasi dan berdampak bagi masyarakat.

    Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama Telkom University, Angga Rusdinar, menyampaikan bahwa penyelenggaraan forum ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kerja sama riset internasional.

    “Telkom University sangat terbuka untuk kolaborasi riset global. Melalui forum ASEAN IVO ini, kami berharap dapat memperkuat jaringan penelitian lintas negara serta mendorong pengembangan teknologi yang mampu menjawab tantangan lingkungan dan kebencanaan di kawasan ASEAN,” ujarnya.

    Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para peserta juga mengikuti campus tour di lingkungan Telkom University Jakarta. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para delegasi untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik serta ekosistem riset yang dikembangkan oleh kampus tersebut.

    Melalui penyelenggaraan ASEAN IVO SC Meeting 2026, Telkom University kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kolaborasi internasional di bidang penelitian dan inovasi teknologi. Ke depan, sinergi antara institusi pendidikan, lembaga riset, dan mitra internasional diharapkan mampu menghasilkan berbagai solusi teknologi yang berkontribusi bagi pembangunan berkelanjutan di kawasan ASEAN.

  • Kadang yang Kita Butuhkan Bukan Motivasi, Tapi Arah

    Kadang yang Kita Butuhkan Bukan Motivasi, Tapi Arah

    Kadang yang Kita Butuhkan Bukan Motivasi, Tapi Arah

    Pernah nggak sih kamu merasa kayak mobil yang bensinnya full tank, mesinnya sudah dipanaskan, dan kamu sudah siap tancap gas, tapi pas mau jalan malah bingung mau lewat mana? Kamu punya semangat yang membara, sudah menonton ratusan video inspirasi, tapi di akhir hari kamu tetap merasa jalan di tempat.

    Kalau kamu merasakannya, tenang, kamu nggak sendirian. Masalahnya seringkali bukan karena kamu kurang semangat atau kurang “terbakar”, tapi karena kamu kehilangan satu hal krusial: Arah.

    Motivasi Itu Bensin, Arah Itu GPS

    Banyak orang terjebak dalam siklus “pencarian motivasi”. Kita menunggu sampai merasa bersemangat baru mulai bergerak. Padahal, motivasi itu sifatnya fluktuatif—kayak baterai HP yang bisa habis kapan saja. Kalau kita cuma mengandalkan motivasi tanpa punya arah yang jelas, kita bakal capek sendiri karena berlari tanpa tujuan.

    Arah adalah kompas yang memberi tahu kita ke mana energi itu harus disalurkan. Tanpa arah, motivasi cuma jadi ledakan energi yang sia-sia. Dengan arah yang jelas, langkah kecil sekalipun akan terasa progresnya karena kamu tahu setiap langkah itu membawamu satu meter lebih dekat ke garis finish.

    Kenapa Arah Lebih Penting dari Sekadar Semangat?

    1. Mencegah Burnout: Orang yang tahu arahnya bisa mengatur tempo. Mereka nggak perlu “ngegas” terus-terusan karena mereka tahu kapan harus belok dan kapan harus lurus.
    2. Keputusan yang Lebih Cerdas: Saat punya arah, kamu jadi punya standar untuk berkata “tidak” pada gangguan. Kamu nggak akan gampang tergiur dengan tren yang sebenarnya nggak relevan sama tujuan jangka panjangmu.
    3. Membangun Disiplin: Disiplin lahir saat motivasi sedang absen. Dan disiplin hanya bisa bertahan kalau kita tahu untuk apa kita melakukan semua keribetan ini.

    Menentukan arah nggak harus langsung jadi rencana 10 tahun yang kaku. Mulailah dengan menentukan milestone kecil. Tanya pada diri sendiri: “Skill apa yang ingin aku kuasai bulan ini?” atau “Industri mana yang beneran bikin aku penasaran?” Fokuslah pada proses pencarian, bukan cuma hasil akhir.

    Arah

    Mencari arah di dunia yang serba cepat ini memang menantang, terutama buat kamu yang ingin terjun ke industri kreatif dan teknologi digital. Kadang, arah itu nggak muncul sendirian di kepala; kamu butuh lingkungan yang suportif, mentor yang tepat, dan kurikulum yang sudah teruji untuk membantumu memetakan masa depan.

    Telkom University Jakarta hadir bukan cuma untuk memberimu teori, tapi untuk menjadi kompas dalam perjalanan kariermu. Dengan fokus pada dokumentasi kreatif, produksi konten, dan strategi digital yang tajam, kami siap membantumu mengubah semangat menjadi karya yang terarah. Di sini, kamu bakal dibimbing untuk nggak cuma jadi pribadi yang termotivasi, tapi pribadi yang punya visi jelas di era digital. Yuk, tentukan arahmu dan bangun masa depan yang nyata bersama kami di Telkom University Jakarta!

     

    Gimana, sudah siap berhenti sekadar ‘berlari’ dan mulai ‘menuju’ sesuatu yang pasti?

  • Menjemput Lailatul Qadr Si “Malam Seribu Bulan” yang Penuh Berkah

    Menjemput Lailatul Qadr Si “Malam Seribu Bulan” yang Penuh Berkah

    HEI TelUtizen! Gak terasa ya, Ramadan sudah memasuki babak final. Kalau ibarat pertandingan sepak bola, kita sudah masuk di injury time sepuluh hari terakhir. Di fase ini, ada satu “hadiah utama” yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Muslim di seluruh dunia, yaitu Malam Lailatul Qadr.

    Tapi, sebenarnya seistimewa apa sih malam ini? Dan gimana sih caranya supaya kita nggak cuma sekadar “lewat” tapi benar-benar bisa mendapatkannya? Yuk, kita bahas bareng-bareng!

    Apa Itu Malam Lailatul Qadr?

    Secara harfiah, Lailatul Qadr sering diartikan sebagai Malam Ketetapan atau Malam Kemuliaan. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa malam ini lebih baik daripada seribu bulan. Bayangkan, kalau kita beribadah di malam tersebut, pahalanya setara dengan beribadah selama kurang lebih 83 tahun! Wah, benar-benar jackpot pahala yang nggak boleh disia-siakan, kan? Selain itu, pada malam ini para malaikat turun ke bumi untuk menebarkan kedamaian dan berkah hingga terbit fajar.

    Amalan Utama di Sepuluh Malam Terakhir

    Karena waktu pastinya dirahasiakan oleh Allah SWT agar kita semangat beribadah setiap malam, para ulama menganjurkan kita untuk memperbanyak amalan di sepuluh malam terakhir, terutama pada malam-malam ganjil. Berikut adalah beberapa amalan yang bisa kamu lakukan:

    1. Memperbanyak Doa Sapu Jagat: Salah satu doa yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW adalah: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii” (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku).
    2. I’tikaf: Menetap di masjid untuk fokus beribadah. Kalau situasi tidak memungkinkan, kamu bisa menciptakan “sudut ibadah” yang tenang di rumah untuk berdzikir dan membaca Al-Qur’an.
    3. Salat Malam (Qiyamul Lail): Hidupkan malammu dengan salat Tahajud, salat Hajat, atau salat Tasbih.
    4. Sedekah Maksimal: Cobalah untuk bersedekah setiap malam di sepuluh hari terakhir, meskipun nominalnya kecil. Jika malam itu jatuh pada Lailatul Qadr, artinya kamu seperti bersedekah setiap hari selama 83 tahun!

    Strategi Menjemput Lailatul Qadr

    Biar nggak cepat lemas atau mengantuk, kamu butuh strategi. Kurangi waktu scrolling media sosial yang nggak perlu dan ganti dengan istirahat di siang hari agar kuat terjaga di malam hari. Niatkan setiap aktivitas, termasuk saat sahur dan bekerja, sebagai bagian dari ibadah.

    Mengejar keberkahan Lailatul Qadr butuh fokus dan tekad yang kuat, sama halnya dengan mengejar cita-cita untuk masa depan. Untuk mencapai kesuksesan yang “berkah” dan berkelanjutan, kamu butuh lingkungan yang mendukung pertumbuhan intelektual dan spiritualmu.

    Telkom University Jakarta hadir sebagai mitra belajar yang tepat bagi kamu yang ingin menguasai teknologi masa depan tanpa melupakan nilai-nilai integritas. Dengan fasilitas modern dan kurikulum yang adaptif, kami siap membantu kamu bertransformasi menjadi talenta digital yang unggul. Di momen Ramadan yang penuh berkah ini, yuk mulai rencanakan masa depan gemilangmu bareng kami.

     

    Selamat berjuang di sepuluh malam terakhir, Sobat TelUtizen! Semoga kita semua terpilih sebagai hamba yang mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadr.

    Kira-kira, amalan apa nih yang paling ingin kamu rutinkan di sisa Ramadan kali ini?

  • Hari Wanita Internasional: Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Simbol Perjuangan

    Hari Wanita Internasional: Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Simbol Perjuangan

    HEI TelUtizen! Pernah nggak sih kalian melihat beranda media sosial kalian penuh dengan ucapan “Happy International Women’s Day” setiap tanggal 8 Maret, tapi kalian sendiri masih agak bingung: “Sebenarnya ini hari apa sih? Cuma buat kasih bunga ke ibu atau pacar aja?”

    Nah, kalau kalian berpikir ini cuma hari perayaan biasa, kalian wajib baca artikel ini sampai habis. Ternyata, di balik estetikanya ucapan di Instagram, ada sejarah panjang yang penuh dengan “keringat” dan keberanian para perempuan hebat di masa lalu.

    Berawal dari “Gerakan Berisik” di New York

    Sejarah Hari Wanita Internasional atau International Womens Day (IWD) ternyata nggak bermula dari pesta teh yang cantik, melainkan dari aksi protes di jalanan. Mundur ke tahun 1908, ada sekitar 15.000 perempuan di New York City yang turun ke jalan. Mereka menuntut jam kerja yang lebih pendek, gaji yang lebih layak, dan yang paling penting: hak untuk memberikan suara (voting).

    Bayangkan, di zaman itu perempuan bahkan nggak punya suara dalam menentukan arah negara. Setahun kemudian, Partai Sosialis Amerika mendeklarasikan Hari Wanita Nasional yang pertama. Namun, ide untuk menjadikannya “Internasional” baru muncul pada tahun 1910 dalam sebuah konferensi di Kopenhagen, berkat usulan seorang aktivis Jerman bernama Clara Zetkin. Sejak saat itu, gerakan ini menyebar ke seluruh dunia dan resmi diakui oleh PBB pada tahun 1975.

    Kenapa Identik dengan Warna Ungu?

    IWD Logo

    Mungkin kamu sering melihat logo IWD atau dekorasinya menggunakan warna ungu. Ternyata, warna ini punya makna mendalam, karena ungu melambangkan keadilan dan martabat. Hijau melambangkan harapan, dan putih melambangkan kemurnian (meskipun putih sudah jarang digunakan sekarang). Jadi, saat kamu memakai atribut ungu di tanggal 8 Maret, kalian sedang menyuarakan dukungan untuk keadilan bagi seluruh perempuan di dunia.

    Dan di tahun 2026 ini, tantangan perempuan sudah bergeser. Kalau dulu perjuangannya soal hak suara dan jam kerja, sekarang fokusnya adalah kesetaraan di dunia digital. Perempuan kini dituntut untuk nggak cuma jadi penonton teknologi, tapi juga jadi kreator, pengembang AI, hingga pemimpin perusahaan startup. Literasi digital menjadi senjata baru untuk pemberdayaan ekonomi perempuan di seluruh penjuru dunia.

    Memperingati Hari Wanita Internasional adalah cara kita menghargai progres yang sudah dicapai, sekaligus pengingat bahwa jalan menuju kesetaraan yang ideal masih panjang. Untuk mewujudkan hal itu, pendidikan menjadi kunci utama. Perempuan butuh lingkungan belajar yang inklusif dan melek teknologi agar bisa bersaing secara global.

    Womens

    Telkom University Jakarta sangat mendukung semangat pemberdayaan ini. Dengan ekosistem pendidikan yang kental dengan nuansa teknologi dan inovasi digital, kami percaya bahwa setiap perempuan memiliki potensi luar biasa untuk menjadi pemimpin di industri masa depan. Di sini, kamu nggak cuma belajar teori, tapi juga dibentuk menjadi pribadi yang adaptif dan solutif. Yuk, rayakan keberanianmu dan bangun karier cemerlang di dunia digital bareng kami di Telkom University Jakarta!

    Selamat Hari Wanita Internasional untuk seluruh perempuan hebat di luar sana!

  • Empat Mata Kuliah Andalan Jurusan Sistem Informasi S1

    Empat Mata Kuliah Andalan Jurusan Sistem Informasi S1

    Saat ini, program studi Sistem Informasi (SI) menjadi primadona di kalangan lulusan SMA karena prospek kerjanya yang sangat menjanjikan. Jurusan ini merupakan perpaduan unik antara teknologi informasi dan manajemen bisnis. Namun, perlu diakui bahwa mendalami kurikulum Sistem Informasi membutuhkan adaptasi cepat terhadap perkembangan teknologi yang dinamis.

    Agar kalian tidak sekadar “lewat” saat kuliah, penting untuk memahami beberapa mata kuliah inti yang akan menjadi fondasi karier kalian di masa depan. Berikut adalah empat mata kuliah krusial dalam program studi Sistem Informasi:

    1. Algoritma dan Pemrograman

    Mata kuliah ini biasanya ditemui di semester awal. Algoritma mengajarkan kalian cara menyelesaikan masalah secara sistematis dan logis. Di sini, kalian akan belajar menyusun langkah-langkah perencanaan sebelum menulis kode program. Memahami algoritma dengan baik akan memudahkan kalian menguasai berbagai bahasa pemrograman dan aturan penulisannya secara profesional.

    1. Analisis dan Desain Perangkat Lunak

    Membangun sebuah sistem tidak bisa dilakukan secara asal. Melalui mata kuliah ini, kalian akan mempelajari siklus hidup pengembangan sistem (Software Development Life Cycle), mulai dari perencanaan, analisis kebutuhan, hingga perancangan. Kalian akan dilatih untuk mengidentifikasi peluang, mengklarifikasi masalah, hingga membuat skema model sistem yang tepat sasaran bagi organisasi.

    1. Perancangan Basis Data

    Bagi kalian yang bercita-cita menjadi Data Scientist, mata kuliah Basis Data adalah “makanan” wajib. Di sini, kalian akan mempelajari seluk-beluk komponen data terstruktur dan cara mengolahnya menggunakan software khusus. Pemahaman database yang kuat sangat membantu dalam manajemen program agar data perusahaan tetap terstruktur dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan jangka panjang.

    1. Manajemen Proyek Sistem Informasi

    Tidak hanya soal teknis, mahasiswa SI juga dibekali kemampuan manajerial. Mata kuliah ini mengajarkan cara mengelola atribut proyek, mulai dari perencanaan biaya, pemantauan performa, hingga menjaga kualitas sistem. Dengan menguasai materi ini, kalian akan mampu memimpin tim pengembang untuk mencapai tujuan proyek secara efektif dan efisien.

    Jurusan Sistem Informasi memang menantang, namun tantangan tersebut akan terasa lebih ringan jika kalian berada di lingkungan belajar yang tepat. Telkom University Jakarta hadir sebagai kampus yang sangat relevan dengan kebutuhan industri digital saat ini. Dengan fokus pada inovasi teknologi dan fasilitas laboratorium yang modern, kami siap membantu kalian mendalami mata kuliah Sistem Informasi secara mendalam dan menyenangkan.

    Mari bergabung bersama kami di Telkom University Jakarta dan bentuk karakter profesionalmu untuk menjadi pemimpin teknologi di masa depan. Kuliah Sistem Informasi? Siapa takut!

     

    Tertarik mengetahui lebih lanjut tentang kurikulum terbaru di Telkom University Jakarta? Yuk, cek detail program studinya sekarang di Program Studi Sistem Informasi TUJ!

  • Jaga Mutu Internasional, TUNC Direkomendasikan Tetap Tersertifikasi ISO 21001:2018

    Jaga Mutu Internasional, TUNC Direkomendasikan Tetap Tersertifikasi ISO 21001:2018

    Telkom University National Campus (TUNC) kembali mempertegas posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi berkualitas global melalui keberhasilan pelaksanaan Surveillance Audit II standar ISO 21001:2018. Audit yang dilakukan secara komprehensif ini menjadi momentum penting bagi seluruh unit di bawah naungan TUNC, termasuk kampus Telkom University Jakarta, untuk membuktikan konsistensi dalam penerapan Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (SMOP).

    Pelaksanaan audit ini mencakup empat lokasi kampus utama TUNC, yaitu Bandung, Surabaya, Purwokerto, dan Jakarta. Berdasarkan hasil evaluasi mendalam yang dilakukan oleh tim auditor eksternal, TUNC dinyatakan memenuhi seluruh kriteria yang dipersyaratkan dan secara resmi direkomendasikan untuk tetap mempertahankan sertifikasi ISO 21001:2018. Hasil yang menggembirakan ini mencerminkan komitmen kolektif dalam menjaga standar tata kelola yang transparan dan akuntabel.

    ISO 21001:2018 sendiri merupakan standar internasional yang khusus dirancang untuk organisasi pendidikan. Standar ini berfokus pada interaksi antara lembaga pendidikan, peserta didik, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan dipertahankannya sertifikasi ini, Telkom University membuktikan bahwa proses pembelajaran, dukungan layanan akademik, hingga pengelolaan organisasi telah berjalan secara efektif dan selaras dengan kebutuhan dunia pendidikan modern.

    Proses audit dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai aspek strategis. Tim auditor meninjau mulai dari kurikulum yang diterapkan, kompetensi tenaga pendidik, ketersediaan fasilitas penunjang, hingga efektivitas sistem manajemen risiko yang dijalankan oleh organisasi. Rekomendasi ini sekaligus menjadi bukti valid bahwa sistem pengelolaan pendidikan di lingkungan TUNC terus mengalami peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan (continual improvement).

    Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh sivitas akademika dalam menjalankan siklus perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindakan perbaikan yang disiplin. Fokus utama dari standar ini adalah memastikan bahwa kebutuhan peserta didik terpenuhi melalui layanan pendidikan yang berkualitas, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan seluruh pemangku kepentingan.

    Pencapaian ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap integritas akademik yang dijalankan oleh Telkom University. Selain itu, sertifikasi ini juga berfungsi sebagai kerangka kerja untuk membantu institusi dalam menyelaraskan visi dan misi organisasi dengan kebijakan mutu yang lebih terukur dan kompetitif di kancah internasional.

    Pemberian Kenang-kenangan

    Sebagai bagian integral dari pencapaian gemilang ini, Telkom University Jakarta terus berupaya memberikan pengalaman belajar terbaik yang adaptif terhadap perkembangan industri digital. Berlokasi strategis di pusat kemajuan teknologi nasional, kami menawarkan lingkungan akademik yang profesional dan terstandarisasi internasional, sebagaimana dibuktikan oleh rekomendasi ISO 21001:2018 ini. Bagi kalian yang mencari institusi dengan tata kelola mutu yang telah diakui dunia, Telkom University adalah pilihan tepat untuk membangun masa depan cemerlang. Mari menjadi bagian dari generasi inovatif bersama institusi pendidikan swasta terbaik di Indonesia.

  • Investasi Terbaik Bukan Cuma Saham, Tapi Gizi Seimbang

    Investasi Terbaik Bukan Cuma Saham, Tapi Gizi Seimbang

    Pernah nggak sih kamu merasa sudah tidur cukup, tapi pas bangun tetap merasa lemas? Atau mungkin saat sedang fokus mengerjakan tugas penting, otak rasanya tiba-tiba “hang” dan sulit konsentrasi? Kalau iya, coba cek lagi apa yang kamu konsumsi hari ini. Tubuh kita itu ibarat perangkat keras (hardware) yang sangat canggih; sehebat apa pun spesifikasinya, performanya tetap bergantung pada kualitas “bahan bakar” yang masuk.

    Membicarakan soal makanan bukan sekadar soal mengenyangkan perut. Ini adalah tentang bagaimana kita memberikan asupan nutrisi yang tepat agar sel-sel tubuh bisa bekerja optimal. Yuk, kita bedah kenapa menjaga keseimbangan nutrisi itu seru dan krusial banget buat masa depanmu!

    Otak Juga Butuh “Bensin” Berkualitas

    Banyak yang belum sadar bahwa apa yang kita makan sangat berpengaruh pada kesehatan mental dan fungsi kognitif. Otak kita mengonsumsi sekitar 20% dari total energi tubuh. Jika kita terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat sederhana atau makanan dengan kadar gula tinggi, energi kita akan naik drastis tapi jatuh dengan cepat (sugar crash). Akibatnya? Kamu jadi gampang mengantuk dan sulit berpikir jernih.

    Sebaliknya, nutrisi seperti lemak sehat (Omega-3), protein berkualitas, dan vitamin dari sayuran hijau bertindak sebagai pendukung memori dan fokus. Memahami kandungan nutrisi, seperti memantau asupan gula dan lemak jenuh, adalah langkah awal untuk menjaga performa otak tetap di level tertinggi.

    Fakta Menariknya Perut Adalah “Otak Kedua”

    Tahu nggak kalau sistem pencernaan kita sering disebut sebagai “otak kedua”? Ada hubungan saraf yang sangat kuat antara usus dan otak (disebut gut-brain axis). Jika gizi yang masuk seimbang dan pencernaan sehat, hormon kebahagiaan seperti serotonin akan diproduksi lebih maksimal. Jadi, makan sehat itu nggak cuma bikin badan fit, tapi juga bikin suasana hati (mood) jadi lebih stabil.

    Mulai hidup sehat nggak harus langsung ekstrem, kok. Kamu bisa mulai dengan beberapa langkah simpel ini:

    • Metode Piring T: Isi setengah piringmu dengan sayur dan buah, seperempat protein, dan seperempat karbohidrat kompleks.
    • Baca Label Nutrisi: Biasakan mengecek kandungan gula dan lemak pada produk makanan instan agar kamu tahu apa yang masuk ke tubuhmu.
    • Hidrasi Cukup: Seringkali rasa lapar yang kita rasakan sebenarnya adalah tanda dehidrasi. Minumlah air putih secara rutin.

    Menjaga keseimbangan gizi adalah bentuk penghargaan terhadap diri sendiri agar mampu mengejar cita-cita dengan stamina penuh. Di dunia profesional dan akademik yang kompetitif, kesehatan fisik dan ketajaman berpikir adalah modal utama. Semangat keunggulan dan disiplin diri inilah yang selalu kami junjung tinggi di Telkom University Jakarta.

    Sebagai kampus yang berfokus pada inovasi dan teknologi digital, Telkom University Jakarta mendukung penuh pengembangan karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki gaya hidup yang berkualitas. Dengan lingkungan belajar yang dinamis dan fasilitas modern, kami siap menempa kamu menjadi talenta hebat masa depan. Yuk, mulai investasi pada kesehatanmu sekarang dan bangun karier gemilang bersama kami di Telkom University Jakarta!

     

    Gimana, sudah siap menata piringmu dengan gizi seimbang hari ini? Apa langkah kecil pertamamu untuk hidup lebih sehat?

  • Gimana Balik ke Rutinitas Kampus Setelah Liburan Biar Nggak Kaget?

    Gimana Balik ke Rutinitas Kampus Setelah Liburan Biar Nggak Kaget?

    Liburan itu enak-tidur lebih panjang, jam makan lebih fleksibel, tugas nggak ngejar-ngejar, dan otak rasanya bisa “napas.” Tapi begitu kalender masuk mode kampus lagi, banyak mahasiswa mendadak kaget—bangun pagi terasa berat, fokus buyar, notifikasi grup kelas rame lagi, dan energi langsung drop. Tenang, itu normal. Kuncinya bukan “langsung gas pol,” tapi balik pelan-pelan dengan strategi yang realistis. Ini tiga hal yang bisa kamu lakukan biar transisi setelah liburan tetap waras.

    1) Adaptasi Mental: Reset Ekspektasi, Bukan Cuma Jadwal

    Salah satu penyebab utama “kaget ngampus” adalah pikiran yang masih berada di mode liburan. Jadi sebelum tubuhmu dipaksa produktif, otakmu perlu diajak “pindah mode” dulu. Caranya: mulai dari hal kecil seperti mengingat lagi tujuan semester ini (bukan harus yang gimana—cukup “lebih rapi ngatur tugas” atau “nggak mepet deadline”). Hindari juga mindset “harus langsung produktif 100%.” Minggu pertama kampus itu fase pemanasan, bukan final battle. Kalau kamu merasa malas, bukan berarti kamu gagal; bisa jadi kamu cuma butuh waktu adaptasi. Yang penting, mulai gerak sedikit demi sedikit dan jangan kebanyakan menyalahkan diri sendiri.

    2) Manajemen Energi: Jangan Kejar Banyak Hal, Kejar Santai

    Setelah liburan, energi biasanya belum balik penuh. Jadi alih-alih bikin jadwal super padat, fokuslah ke ritme santai yang stabil. Tidur lebih cepat 30–60 menit dari biasanya, minum cukup, dan pastikan makan teratur (iya, ini klise tapi ngaruh banget). Kalau kamu punya kebiasaan “ngegas” di awal lalu burnout di minggu kedua, coba ubah gaya main: pilih 2–3 prioritas utama per hari, sisanya bonus. Ingat, kampus itu maraton, bukan sprint. Energi yang terjaga jauh lebih penting daripada semangat meledak-ledak yang cuma tahan dua hari.

    3) Time-Blocking: Biar Hidup Nggak Chaos dan Tugas Nggak Numpuk

    Kalau kamu sering bilang “sibuk tapi nggak selesai apa-apa,” time-blocking bisa jadi penyelamat. Intinya: kamu membagi waktu dalam blok-blok spesifik untuk satu jenis aktivitas. Misalnya, blok 09.00–10.30 untuk baca materi, 13.00–14.00 untuk kerjain tugas, 16.00–17.00 untuk olahraga atau jalan, dan malam buat review ringan. Jangan lupa sisipkan blok “buffer” 15–30 menit untuk hal-hal tak terduga (tugas dadakan, dosen majuin deadline, atau sekadar istirahat). Dengan time-blocking, kamu lebih kecil peluangnya keteteran karena semuanya sudah punya tempat di kalender, bukan cuma numpang lewat di kepala.

     

    Balik ke rutinitas kampus setelah liburan memang butuh penyesuaian, tapi bukan sesuatu yang harus bikin stres. Dengan adaptasi mental yang lebih lembut, manajemen energi yang stabil, dan time-blocking yang rapi, kamu bisa kembali ke ritme kuliah tanpa drama. Di Telkom University Jakarta, lingkungan belajar yang dinamis dan suportif juga membantu mahasiswa membangun kebiasaan produktif yang realistis—bukan sekadar sibuk, tapi bertumbuh dengan cara yang sehat dan berkelanjutan.

  • Sahur Simple ala Anak Kosan biar Kuat Puasa Seharian

    Sahur Simple ala Anak Kosan biar Kuat Puasa Seharian

    HEI TelUtizen! Memasuki bulan suci Ramadan, salah satu tantangan terbesar kita adalah momen sahur. Apalagi kalau kamu tipe yang susah bangun pagi atau mager (malas gerak) buat masak yang ribet di dapur umum. Ujung-ujungnya, pilihan jatuh ke mi instan atau cuma air putih. Padahal, apa yang kamu makan saat sahur menentukan seberapa “tangguh” badan kamu menghadapi siang bolong yang terik nanti.

    Biar puasa kamu nggak cuma berisi lemas dan hitung mundur nunggu Magrib, yuk kita bahas strategi sahur yang cerdas, hemat, dan pastinya simple banget!

    Kenapa Kita Cepat Lapar dan Lelah?

    Sebelum masuk ke menu, kamu harus tahu dulu rahasianya. Rasa lemas dan lapar di tengah hari biasanya disebabkan oleh konsumsi karbohidrat sederhana (seperti nasi putih berlebih atau makanan manis) yang cepat dibakar jadi energi, tapi cepat habis juga. Hasilnya? Gula darah anjlok dan kamu jadi gampang mengantuk serta lemas.

    Kuncinya adalah serat dan protein. Serat butuh waktu lama untuk dicerna, sehingga perut terasa penuh lebih lama. Sedangkan protein berfungsi menjaga massa otot dan stabilitas energi.

    Berikut adalah beberapa ide menu yang bisa kamu eksekusi dalam waktu kurang dari 15 menit di kosan:

    1. Oatmeal Gurih atau Manis: Oatmeal adalah sumber serat juara. Kalau nggak suka manis, kamu bisa bikin oatmeal gurih pakai abon, telur rebus, dan sedikit kecap asin. Kenyangnya awet banget!
    2. Omelet Sayur & Keju: Cukup campur dua butir telur dengan irisan daun bayam atau wortel (bisa beli di tukang sayur sore hari). Protein dari telur dan lemak sehat dari keju bakal kasih kamu energi yang stabil.
    3. Roti Gandum & Selai Kacang: Ini menu paling anti-mager. Gandum punya serat tinggi, dan selai kacang mengandung lemak baik serta protein yang bikin perut “tenang” sampai sore.
    4. Tumis Protein Kilat: Punya stok kornet atau sosis? Tumis sebentar dengan buncis atau buncis kalengan. Jangan lupa tambahkan sedikit air agar tubuh tetap terhidrasi.

    Tips Tambahan Agar Tidak Cepat Haus

    Selain makanan, perhatikan asupan air. Hindari minum teh atau kopi saat sahur karena sifatnya diuretik (bikin sering buang air kecil), yang justru bikin tubuh cepat dehidrasi. Ganti dengan air mineral atau jus buah asli tanpa gula berlebih. Terlebih dengan aturan 2-4-2, yakni 2 gelas air saat berbuka, 4 gelas air saat makan malam dan 2 gelas air lagi saat sahur, dengan mengikuti 2-4-2 maka kebutuhan air ketika kamu berpuasa akan terpenuhi.

    Haus

    Menjalani ibadah puasa sambil tetap produktif dengan tugas-tugas kuliah memang butuh perjuangan ekstra. Karakter tangguh dan mandiri yang kamu asah sebagai anak kos ini sebenarnya adalah modal besar untuk masa depan. Sama halnya dengan memilih menu sahur, memilih tempat kuliah pun harus yang memberikan “asupan” terbaik bagi kariermu.

    Telkom University Jakarta hadir dengan fasilitas modern dan kurikulum berbasis teknologi digital yang siap menempa kamu jadi lulusan yang kompetitif. Di sini, kamu bakal dibimbing untuk jadi inovator masa depan dalam lingkungan yang suportif—nggak kalah suportifnya dengan tips sahur di atas! Jadi, sambil mengejar berkah di bulan Ramadan, yuk siapkan juga langkahmu menuju masa depan gemilang bersama kami.

     

    Kira-kira menu sahur apa nih yang bakal jadi andalan kamu besok? Ada resep andalan sendiri gak?

  • Tips Puasa Anti Lemas dan Tetap Semangat Seharian

    Tips Puasa Anti Lemas dan Tetap Semangat Seharian

    HEI TelUtizen! Gimana ini Day One puasanya? Masih semangat dong pastinya? Hari pertama biasanya jadi tantangan besar buat sebagian orang untuk adaptasi di bulan Ramadhan, mulai dari mata masih ngantuk pas bangun sahur sampai menahan lapar di siang hari bolong, tapi gimana caranya biar nggak “tumbang” atau lemas di tengah hari. Apalagi kalau kamu adalah anak kosan yang harus serba mandiri, mulai dari cari takjil sampai bangun sahur sendiri.

    Tenang, puasa nggak harus jadi alasan buat malas-malasan, kok. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa tetap slay dan produktif seharian. Yuk, intip tips puasa anti lemas dan kegiatan seru yang bisa bikin Ramadanmu makin bermakna!

    1. Sahur Adalah Kunci (Jangan Cuma Mi Instan!)

    Buat anak kos, mi instan memang sahabat sejati. Tapi kalau buat sahur, mending dipikir ulang, deh. Karbohidrat sederhana dari mi bikin kamu cepat kenyang tapi cepat lapar lagi. Tips puasa anti lemas yang paling ampuh adalah mengonsumsi karbohidrat kompleks (seperti nasi merah atau gandum) dan protein yang cukup. Jangan lupa makan buah seperti pisang atau kurma yang bisa kasih cadangan energi lebih lama.

    1. Hidrasi Pintar dengan Rumus 2-4-2

    Banyak yang lemas saat puasa sebenarnya bukan karena lapar, tapi karena dehidrasi. Biar cairan tubuh tetap terjaga, terapkan rumus minum air putih 2-4-2: 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari (dicicil), dan 2 gelas saat sahur. Dijamin, kulit nggak kering dan konsentrasi tetap terjaga!

    1. Cari Kegiatan Fun yang “Panen” Pahala

    Biar nggak kerasa nungguin Magrib, isi waktu dengan kegiatan asik yang berpahala. Daripada cuma scrolling medsos sampai jempol keriting, mending coba:

    • Micro-Volunteer: Bagikan sisa uang saku dengan beli takjil lebih untuk dikasih ke bapak ojol atau penjaga kosan.
    • Digital Tadarus: Manfaatkan aplikasi di HP buat baca satu hari satu ayat.
    • Podcast Islami: Dengerin obrolan seru tentang pengembangan diri dari sudut pandang religi sambil nunggu jemputan atau beresin kamar.
    1. Solusi Asik Sahur & Buka buat Anak Kos

    Nggak sempat masak? Tenang! Sekarang banyak jasa katering Ramadan khusus anak kosan dengan harga miring. Atau, ajak teman satu kosan buat “patungan” masak besar sekali waktu, lalu simpan di kulkas (stok frozen food sehat). Selain lebih hemat, momen masak bareng ini bisa jadi quality time yang seru, lho.

     

    Menjalani puasa dengan semangat membara adalah cerminan pribadi yang disiplin dan tangguh. Karakter seperti ini sangat dibutuhkan untuk meraih masa depan yang gemilang. Nah, bicara soal masa depan, buat kamu yang ingin kuliah di lingkungan yang suportif, modern, dan penuh inovasi, Telkom University Jakarta bisa jadi pilihan yang tepat.

    Di sini, kamu bakal dididik menjadi talenta digital yang nggak cuma cerdas secara akademik, tapi juga punya integritas tinggi—persis seperti semangat yang kita bangun selama bulan Ramadan. Dengan fasilitas kampus yang kece dan kurikulum yang relevan dengan industri, kuliah di Telkom University Jakarta bakal bikin kamu makin semangat mengejar mimpi. Yuk, jadikan Ramadan tahun ini sebagai awal langkah suksesmu bareng kami!

     

    Selamat menunaikan Ibadah Puasa 1447 H TelUtizen Jakarta!

Secret Link