Kajian Ramadhan Episode 4

Kajian Ramadhan Episode 4

Tidak seperti kajian Ramadhan di episode 3, kajian Ramadhan episode 4 kali ini dilaksanakan secara daring. Meski begitu tidak mengurangi nilai maupun makna dari pelaksanaan Kajian Ramadhan ke-4. Justru dengan pelaksanaan secara daring ini, para dosen dan pegawai yang berada di Kampus A dan Kampus B bisa ikut terlibat juga.

Kajian Ramadhan diawali dengan pembacaan ayat suci al-qur’an yang dibacakan oleh bapak Saifullah, S.Pd. Pembicara Kajian Ramadhan kali ini menghadirkan Dr. Daduk Merdika Mansur, S.T., M.M. yang mengambil tema Bagaimana cara kita menjalankan fungsi manusia agar kita menjadi manusia yang mampu mengemban Amanah Allah.

Kajian Ramadhan Episode 4

Menjadi manusia yang menjalankan Amanah Allah merupakan tugas yang tentunya tidak mudah untuk dilaksanakan karena kita juga mengajak saudara-saudari kita untuk melakukan amal ma’ruf nahi mungkar (menegakkan yang benar dan melarang yang salah) yang berkaitan dengan orang lain itu sangat berat sekali artinya kita harus mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran kita.

Sebagaimana Nabi Adam Ketika diturunkan di dunia doa yang pertamakali disampaikan oleh Nabi Adam adalah :

رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

Rabbana zalamna anfusana wa illam tagfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin.

Artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kamu, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Al A’raf ayat 23)

Doa tersebut merupakan doa yang disebut sebagai doa penyesalan, sebagaimana penyesalan pertama dari manusia yang diciptakan Allah, yaitu Adam dan Hawa. Nabi Adam dan Siti Hawa tersadar bertapa rugi mereka berdua telah melanggar perintah Allah, hingga berbuat dosa yang besar dan menzalimi dirinya sendiri.  Atas perbuatannya itu, Nabi Adam terus berdoa mohon ampunan sampai Allah mengampuni dosa keduanya. Akan tetapi mereka berdua tetap mendapat sanksi dari Allah, yaitu diturunkan dari surga dan dikirim ke alam dunia. Dari kejadian itu, doa Nabi Adam tidak hanya sebatas meminta ampunan. Beliau juga menambahkan doa lain kepada Allah, yang bertujuan agar dapat kembali ke surga.

Adapun tips supaya kita dapat membersihkan diri kita dari kesalahan dan dosa-dosa kita adalah sebagai berikut:

1. Al-Taubat

Menyesali perbuatan maksiat yang sudah terjadi, dan mengarahkan hati kepada Allah serta menahan diri dari dosa. Melakukan amal shaleh dan meninggalkan larangan-larangan Allah.

2. Al-Zuhud

Menganggap dunia ini adalah suatu hal yang sangat kecil dan menghapus pengaruhnya di hati serta mengharapkan kebahagiaan akhirat.

3. Al-Wara’

Meninggalkan atau menghindari segala hal yang mengandung syubhat atau tidak jelas status halal haramnya.

4. Al-Fakr

Kesadaran atas kebutuhan kepada Allah semata dan hidup dalam kesadaran atas kecukupan pada makhluk.

5. Al-Shabr

kesabaran dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

6. Al-Rido

ikhlas atau puas menerima ataupun telah merestui sesuatu bagaimanapun keadaannya.

7. Al-Tawakal

Menyerahkan suatu urusan kepada kebijakan Allah yang mengatur segalanya-galanya.

Dengan menjalakan semua perintah Allah semoga kita sebagai hambanya mendapatkan petunjuk dan rezeki yang di ridhai oleh Allah. Aammiin.

Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *