Mengenal Chat GPT, Kemajuan AI yang Melahirkan Inovasi Baru

Bidang kecerdasan buatan telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu pencapaian terbaru yang menarik perhatian adalah penciptaan Chat GPT, model bahasa alami yang canggih. Pendekatan yang dikembangkan OpenAI menjadi sangat populer karena interaksi penggunanya yang alami.

Apa Itu Chat GPT?

CHAT GPT

Chat GPT merupakan salah satu contoh teknologi kecerdasan buatan yang dapat melakukan percakapan dengan pengguna di komputer bahkan ponsel. Layanan ini sama persis dengan chatbot jika Anda pernah menggunakan. Inovasi dari AI ini bisa mengerjakan sejumlah proyek, seperti penyelesaian masalah, bertukar pikiran untuk tujuan komersial dan pendidikan, menanggapi pertanyaan dari berbagai kategori, dan banyak lagi.

Ilustrasi langsungnya adalah jika seseorang bertanya tentang tips meningkatkan kesadaran merek bagi perusahaan. Obrolan Chat GPT dapat memicu diskusi seputar subjek yang relevan. Setelah itu, teknologi AI ini akan menjawab pertanyaan pengguna sebelumnya. Kemampuan untuk menduplikasi solusi ke dalam catatan untuk referensi di masa mendatang menjadikannya lebih istimewa. Karena beragam fungsi yang dijalankannya, pelanggan menyebut teknologi ini sebagai asisten virtual yang berguna.

Karena penggunaannya yang sederhana, pada awalnya menimbulkan kekhawatiran di kalangan civitas akademika karena sangat mungkin disalahgunakan oleh mahasiswa dan akademisi untuk menghasilkan esai, jawaban soal (dari tugas, pekerjaan rumah, kuis, bahkan ujian online), atau tinjauan literatur untuk karya ilmiah, yang semuanya kemudian dianggap sebagai penelitian asli atau jawaban pribadi. Di sisi lain, fitur ini dapat menawarkan peluang kemajuan konstruktif dalam komunitas akademis. Penjelasan ini mungkin menjadi penyebab utama mengapa sejumlah perguruan tinggi lain tidak  melarang penggunaan teknologi AI atau setidaknya mengizinkannya dalam proses perkuliahan.

Kemampuan Chat GPT Melahirkan Inovasi Baru

Inovasi Teknologi AI Chat GPT
  1. Inovasi pembelajaran oleh dosen. Kecerdasan dari AI dapat digunakan untuk mendukung flipped learning, atau metode pembelajaran terbalik, di mana diskusi, latihan, tugas, dan aktivitas praktis dilakukan di dalam kelas. Dengan demikian, dosen bisa memberikan lebih banyak waktu dan dukungan individual kepada mahasiswa, dan membantu mereka memahami dan mengaplikasikan materi dengan lebih baik.
  2. Mengintensifkan pengajaran yang berpusat pada mahasiswa. Menggunakan GPT Chat dapat membantu mahasiswa memecahkan masalah dengan menawarkan beberapa pendekatan dan skenario, yang dapat mendorong kerja sama tim dan kolaborasi antar mahasiswa.
  3. Pendekatan baru untuk evaluasi pembelajaran. Validitas evaluasi berdasarkan tugas menulis non-tatap muka, terancam oleh kecerdasan teknologi ini, namun hal ini juga mendorong kreativitas dan kemajuan dalam penilaian pembelajaran siswa.

Selain itu, terlepas masalah plagiarisme yang kini menjadi hambatan terbesar dalam penerapan inovasi teknologi ini, AI bisa sangat bermanfaat untuk upaya penelitian di masa depan. Dimana pada akhirnya, GPT Chat menghadirkan tantangan dalam mendefinisikan penggunaan teknologi ini secara etis dan bertanggung jawab. Di satu sisi, hal ini mempunyai potensi besar dalam mendorong pertukaran ide akademis, meningkatkan retensi informasi dan produktivitas, serta memfasilitasi pembelajaran interaktif dan menyenangkan.

Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *