Isra Mi’raj: Perjalanan Satu Malam yang Penuh Makna

Isra Mi'raj

Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam, yang memperingati perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW atas kehendak Allah SWT. Hari besar ini memiliki makna mendalam bagi umat Islam di seluruh dunia, karena peristiwa ini menjadi tonggak awal ditetapkannya kewajiban shalat lima waktu.

Apa Itu Isra Mi’raj?

Isra Mi’raj adalah perjalanan dua tahap yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam satu malam atas izin Allah SWT. peristiwa ini terjadi pada tahun ke-10 kenabian, ketika Rasulullah sedang menghadapi masa-masa sulit dalam dakwahnya, termasuk wafatnya istri tercinta, Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib.

  1. Isra: Perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerussalem. Dalam perjalanan ini, Rasulullah ditemani oleh Malaikat Jibril dengan menggunakan Buraq, makhluk yang diberi kekuatan luar biasa untuk melintasi jarak jauh dalam waktu singkat.
  2. Mi’raj: Setelah tiba di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanan menuju Sidaratul Muntaha, langit tertinggi, untuk bertemu langsung dengan Allah SWT. Di sinilah Rasulullah menerima perintah shalat lima waktu yang menjadi kewajiban bagi seluruh umat Islam.

Pada perjalanan Rasulullah menuju Sidratul Muntaha, terdapat banyak sekali pengalaman luar biasa yang mengandung hikmah mendalam. Berikut beberapa peristiwa penting yang terjadi:

  • Perjalanan melalui beberapa lapisan langit: Rasulullah melewati tujuh lapis langit, di mana beliau bertemu dengan para nabi terdahulu. Di langit pertama, beliau bertemu dengan Nabi Adam, di langit kedua bertemu dengan Nabi Isa dan Nabi Yahya, di langit ketiga bertemu dengan Nabi Yusuf, di langit keempat bertemu dengan Nabi Idris, di langit kelima bertemu dengan Nabi Harun, di langit keenam bertemu dengan Nabi Musa, dan di langit ketujuh bertemu dengan Nabi Ibrahim.
  • Sidratul Muntaha: Setelah melewati tujuh langit, Rasulullah tiba di Sidratul Muntaha, sebuah tempat yang menjadi batas akhir pengetahuan makhluk dan awal dari kebesaran Allah SWT yang tak terjangkau. Di sinilah beliau menyaksikan keindahan luar biasa dan keagungan Allah SWT.
  • Penerimaan perintah shalat: Di hadapan Allah SWT, Nabi Muhammad SAW menerima perintah untuk melaksanakan shalat 50 waktu sehari. Namun, atas saran Nabi Musa AS, Rasulullah kembali dan meminta keringanan hingga akhirnya shalat yang diwajibkan sebanyak lima waktu sehari.
  • Menyaksikan Surga dan Neraka: Rasulullah diperlihatkan kondisi surga dan neraka, sebagai pengingat bagi umat manusia akan konsekuensi dari perbuatan baik dan buruknya selama mereka hidup di dunia.
  • Kembalinya Rasulullah ke Bumi: Setelah menerima wahyu dan menjalani pengalaman spiritual yang sangat mendalam, Rasulullah kembali ke Makkah pada malam yang sama dan melanjutkan kembali dakwahnya.

Dengan demikian, Isra Mi’raj merupakan peristiwa besar yang penuh dengan hikmah dan pelajaran berharga bagi umat Islam. Dengan memahami makna di balik perjalanan Isra Mi’raj Rasulullah, harapannya dapat memperkuat keimanan dan menjalankan kewajiban agama dengan lebih baik. Semoga peringatan Isra Mi’raj ini selalu menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas spiritual dan lebih mendekatkan diri kita lagi kepada Allah SWT.

Penulis : Siti Zakiyah | Editor : Husna Rahmi

 

Baca Juga : Tips merayakan Natal dan Tahun Baru buat TelUtizen Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *