Setelah melewati suasana syahdu dan penuh renungan di Jumat Agung, kalender kita akan menyambut salah satu hari paling ceria bagi umat Kristiani, yaitu Hari Paskah. Jika Jumat Agung identik dengan pengorbanan, maka Paskah adalah simbol kemenangan. Tapi, sebenarnya apa sih yang dirayakan di hari ini? Kenapa ada telur warna-warni dan kelinci? Yuk, kita bahas asal-usul Hari Paskah biar pengetahuan kita makin luas!
Apa Itu Hari Paskah?
Sederhananya, Paskah adalah hari peringatan Kebangkitan Isa Al Masih (Yesus Kristus) dari kematian. Dalam iman Kristiani, peristiwa ini terjadi pada hari ketiga setelah Ia wafat di kayu salib. Kebangkitan ini dianggap sebagai pilar paling penting karena melambangkan kemenangan atas maut dan dosa. Jadi, tidak heran kalau suasana Paskah itu penuh dengan sukacita, nyanyian gembira, dan dekorasi yang cerah.
Istilah Paskah sendiri memiliki akar dari kata Ibrani “Pesakh” atau “Passover“, yang merujuk pada pembebasan bangsa Israel dari perbudakan. Dalam konteks Paskah yang kita kenal sekarang, maknanya bergeser menjadi “pembebasan” manusia menuju kehidupan yang baru. Paskah juga sering dikaitkan dengan datangnya musim semi di belahan bumi utara—momen di mana alam yang tadinya mati karena musim dingin, mulai bertunas dan berbunga kembali. Itulah mengapa Paskah sangat lekat dengan simbol kehidupan baru.
Tradisi Unik, Kenapa Harus Telur dan Kelinci?
Mungkin banyak yang bertanya, apa hubungannya kebangkitan dengan telur? Nah, secara tradisional, Telur Paskah melambangkan “makam yang kosong” atau kehidupan yang keluar dari cangkang yang keras. Menghias telur dengan warna-warni adalah cara simbolis untuk merayakan kegembiraan hidup baru tersebut.
Sedangkan Kelinci Paskah sebenarnya berasal dari tradisi rakyat di Eropa yang melambangkan kesuburan karena kelinci dikenal produktif menghasilkan keturunan. Di banyak gereja atau lingkungan keluarga, tradisi berburu telur (egg hunt) menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh anak-anak, membuat perayaan ini terasa sangat hangat dan inklusif bagi semua umur.
Bentuk Peringatan Umat Kristiani
Umat Kristiani merayakan Paskah dengan berbagai cara. Biasanya dimulai dengan ibadah subuh atau “Fajar Paskah” untuk mengenang momen para murid menemukan makam yang kosong di pagi hari. Selain ibadah di gereja yang penuh bunga, Paskah juga menjadi momen berkumpulnya keluarga besar untuk makan bersama. Semangatnya satu yakni mensyukuri harapan baru dan memulai lembaran hidup yang lebih positif.
Semangat “kebangkitan” dan harapan baru yang ada pada hari Paskah ini sebenarnya sangat relevan dengan perjalanan kita dalam menuntut ilmu. Setiap tantangan yang kita lalui dalam belajar adalah proses untuk “bangkit” menjadi pribadi yang lebih hebat dan kompetitif di masa depan.
Telkom University Jakarta selalu mendukung semangat pembaruan dan inovasi ini. Sebagai kampus yang fokus pada penguasaan teknologi digital dan kreativitas, kami menyediakan ekosistem belajar yang modern agar kamu bisa terus bertumbuh. Dengan fasilitas laboratorium yang mumpuni—seperti kualitas visual yang selalu kita jaga—dan kurikulum yang adaptif, kami siap membantu kamu meraih masa depan yang gemilang. Mari rayakan setiap progres belajar kita dan raih sukses bersama institusi pendidikan swasta terbaik di Indonesia hanya di Telkom University Jakarta. Selamat Paskah bagi TelUtizen yang merayakan!
Tradisi Paskah mana nih yang paling kamu suka? Menghias telurnya atau serunya momen kumpul keluarga?
