HEI TelUtizens! In the midst of our daily routines, the national calendar once again welcomes a major religious holiday, the Ascension Day of Jesus ChristFor the general public, this day might often be associated simply with a national holiday or an opportunity to gather with family. However, for Christians, this day holds a very deep theological and historical significance.
Have you ever been curious about the actual events behind why this day is celebrated every year? Let’s discuss it together.
The Event 40 Days After the Resurrection
According to Christian scripture, the Ascension of Jesus Christ occurred exactly 40 days after Easter (the Resurrection of Jesus). The story begins after Jesus rose from the dead. During those 40 days, He did not immediately leave the world but repeatedly appeared to His disciples.
Masa 40 hari ini digunakan untuk meyakinkan para murid bahwa Dia benar-benar hidup, sekaligus memberikan pengajaran terakhir mengenai Kerajaan Allah. Puncaknya, Yesus mengumpulkan para pengikut-Nya di Bukit Zaitun, dekat Yerusalem. Di tempat inilah, setelah memberikan berkat dan pesan-pesan terakhir-Nya, Yesus terangkat naik ke langit disaksikan secara langsung oleh para murid-Nya hingga perlahan-lahan tertutup awan.
Bagi umat Kristiani, peristiwa naiknya Yesus ke surga bukanlah sebuah perpisahan yang menyedihkan, melainkan sebuah momen kemenangan. Ada beberapa makna krusial mengapa hari ini dirayakan dengan penuh sukacita:
- Penyelesaian Misi di Bumi: Peristiwa ini menandai bahwa tugas pelayanan Yesus secara fisik di dunia telah selesai dengan sempurna.
- Janji Datangnya Penolong: Sebelum terangkat ke surga, Yesus berjanji kepada para murid bahwa Dia tidak akan meninggalkan mereka sendirian. Dia menjanjikan datangnya Roh Kudus (yang diperingati pada Hari Pentakosta) untuk memberikan kekuatan dan penyertaan dalam melanjutkan misi menyebarkan kasih di bumi.
- Simbol Harapan Baru: Kenaikan ini memberikan pengharapan bagi umat-Nya tentang kehidupan masa depan yang penuh damai sejahtera.
Bagaimana Umat Kristiani Memperingatinya?
Bentuk peringatan Hari Kenaikan biasanya diisi dengan ibadah khidmat di gereja-gereja. Karena esensi hari ini adalah tentang pengutusan dan harapan, khotbah dan lagu-lagu yang dinyanyikan umumnya bernuansa penuh semangat dan sukacita. Selain beribadah, momen ini juga banyak dimanfaatkan oleh keluarga untuk melakukan refleksi bersama, bersyukur, serta melakukan aksi sosial sebagai wujud nyata dari menyebarkan kebaikan kepada sesama tanpa memandang perbedaan.
Semangat untuk terus melangkah maju, menggapai cita-cita yang lebih tinggi, dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar adalah nilai universal yang sangat indah untuk kita terapkan, termasuk dalam perjalanan akademis. Telkom University Jakarta selalu berkomitmen penuh untuk mendukung setiap mahasiswa dalam meraih puncak prestasi tertinggi mereka.
Sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap dinamika perkembangan teknologi digital, kami menyediakan ekosistem belajar yang modern, kreatif, dan suportif. Bersama kurikulum yang inovatif serta bimbingan dari para dosen tepercaya, Telkom University Jakarta siap mendampingimu melangkah pasti menuju masa depan yang gemilang. Selamat memperingati Hari Kenaikan bagi TelUtizen yang merayakan, mari terus tebarkan kedamaian!
