SAVIA-IoT: Inovasi Desa Cerdas untuk Akses Air dan Energi Berkelanjutan

Savia

Akses terhadap air bersih dan energi yang andal masih menjadi tantangan nyata di sejumlah wilayah Indonesia. Menjawab persoalan tersebut, tim mahasiswa Telkom University Jakarta menghadirkan SAVIA-IoT (Smart Aqua Village for Integrated Access), sebuah proyek sosial berbasis teknologi yang bertujuan membangun sistem pengelolaan air dan energi yang berkelanjutan di tingkat desa.
Proyek SAVIA dikembangkan dan diimplementasikan di Dusun 3 Kampung Gunung Batu 1, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Wilayah ini memiliki ratusan kepala keluarga yang selama ini bergantung pada satu penampungan air utama dengan kondisi infrastruktur yang belum stabil. Ketika pipa distribusi terganggu, pasokan air pun menjadi tidak menentu dan berdampak langsung pada aktivitas harian warga.
Melalui SAVIA, tim Telkom University Jakarta berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat sistem pengelolaan berbasis data. Proyek ini mengintegrasikan pemantauan kualitas dan kuantitas air secara real-time, dashboard digital yang mudah dipahami, serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi mandiri untuk mendukung operasional sistem.

Savia IoT

Secara sederhana, SAVIA memungkinkan warga dan pengelola desa untuk mengetahui kondisi air setiap saat—mulai dari ketinggian air di penampungan, debit aliran, hingga indikator kualitas air seperti pH dan tingkat kejernihan. Informasi tersebut ditampilkan melalui dashboard berbasis web yang bisa diakses dengan mudah, sehingga pengambilan keputusan tidak lagi berdasarkan perkiraan, melainkan data aktual.

Proyek ini dikerjakan oleh tim dari Telkom University Jakarta dengan pembagian peran yang jelas. Suyatno berperan sebagai Pembina Teknis dan Penjamin Mutu, memastikan rancangan dan implementasi berjalan sesuai standar. Atilla bertindak sebagai Manajer Proyek yang mengoordinasikan keseluruhan kegiatan. Pada sisi teknis, Aji Eka menangani pengembangan perangkat IoT dan firmware, M. Rafi bertanggung jawab pada pengembangan tampilan dashboard, serta M. Aprilio mengelola backend dan analisis data. Sementara itu, Sherly berfokus pada operasional lapangan dan hubungan dengan masyarakat, menjembatani teknologi dengan kebutuhan warga.

Tim Savia

Selain menghadirkan teknologi, SAVIA juga menekankan pemberdayaan masyarakat. Warga setempat dilibatkan melalui pelatihan operasional dan penyusunan prosedur standar agar sistem dapat dikelola secara mandiri dan berkelanjutan. Pendekatan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) dan SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau)

“SAVIA dirancang agar mudah dipahami oleh pengguna non-teknis. Data yang dihasilkan bukan hanya untuk monitoring, tetapi juga membantu warga mengambil keputusan terkait pengelolaan air dan energi.” Ucap salah satu tim. Proyek ini diharapkan dapat menjadi model desa digital yang tidak hanya inovatif, tetapi juga mudah direplikasi di wilayah lain dengan tantangan serupa.

Melalui SAVIA-IoT, Telkom University Jakarta menunjukkan komitmennya dalam mendorong mahasiswa untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap isu sosial dan lingkungan. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa kampus tidak sekadar ruang belajar, melainkan juga pusat lahirnya solusi nyata bagi masyarakat. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, Telkom University Jakarta terus berupaya mencetak generasi yang siap berkontribusi bagi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link