HEI TelUtizen! Gak terasa ya, Ramadan sudah memasuki babak final. Kalau ibarat pertandingan sepak bola, kita sudah masuk di injury time sepuluh hari terakhir. Di fase ini, ada satu “hadiah utama” yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Muslim di seluruh dunia, yaitu Malam Lailatul Qadr.
Tapi, sebenarnya seistimewa apa sih malam ini? Dan gimana sih caranya supaya kita nggak cuma sekadar “lewat” tapi benar-benar bisa mendapatkannya? Yuk, kita bahas bareng-bareng!
Apa Itu Malam Lailatul Qadr?
Secara harfiah, Lailatul Qadr sering diartikan sebagai Malam Ketetapan atau Malam Kemuliaan. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa malam ini lebih baik daripada seribu bulan. Bayangkan, kalau kita beribadah di malam tersebut, pahalanya setara dengan beribadah selama kurang lebih 83 tahun! Wah, benar-benar jackpot pahala yang nggak boleh disia-siakan, kan? Selain itu, pada malam ini para malaikat turun ke bumi untuk menebarkan kedamaian dan berkah hingga terbit fajar.
Amalan Utama di Sepuluh Malam Terakhir
Karena waktu pastinya dirahasiakan oleh Allah SWT agar kita semangat beribadah setiap malam, para ulama menganjurkan kita untuk memperbanyak amalan di sepuluh malam terakhir, terutama pada malam-malam ganjil. Berikut adalah beberapa amalan yang bisa kamu lakukan:
- Memperbanyak Doa Sapu Jagat: Salah satu doa yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW adalah: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii” (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku).
- I’tikaf: Menetap di masjid untuk fokus beribadah. Kalau situasi tidak memungkinkan, kamu bisa menciptakan “sudut ibadah” yang tenang di rumah untuk berdzikir dan membaca Al-Qur’an.
- Salat Malam (Qiyamul Lail): Hidupkan malammu dengan salat Tahajud, salat Hajat, atau salat Tasbih.
- Sedekah Maksimal: Cobalah untuk bersedekah setiap malam di sepuluh hari terakhir, meskipun nominalnya kecil. Jika malam itu jatuh pada Lailatul Qadr, artinya kamu seperti bersedekah setiap hari selama 83 tahun!
Strategi Menjemput Lailatul Qadr
Biar nggak cepat lemas atau mengantuk, kamu butuh strategi. Kurangi waktu scrolling media sosial yang nggak perlu dan ganti dengan istirahat di siang hari agar kuat terjaga di malam hari. Niatkan setiap aktivitas, termasuk saat sahur dan bekerja, sebagai bagian dari ibadah.
Mengejar keberkahan Lailatul Qadr butuh fokus dan tekad yang kuat, sama halnya dengan mengejar cita-cita untuk masa depan. Untuk mencapai kesuksesan yang “berkah” dan berkelanjutan, kamu butuh lingkungan yang mendukung pertumbuhan intelektual dan spiritualmu.
Telkom University Jakarta hadir sebagai mitra belajar yang tepat bagi kamu yang ingin menguasai teknologi masa depan tanpa melupakan nilai-nilai integritas. Dengan fasilitas modern dan kurikulum yang adaptif, kami siap membantu kamu bertransformasi menjadi talenta digital yang unggul. Di momen Ramadan yang penuh berkah ini, yuk mulai rencanakan masa depan gemilangmu bareng kami.
Selamat berjuang di sepuluh malam terakhir, Sobat TelUtizen! Semoga kita semua terpilih sebagai hamba yang mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadr.
Kira-kira, amalan apa nih yang paling ingin kamu rutinkan di sisa Ramadan kali ini?
Penulis : Siti Zakiyah | Editor : Husna Rahmi
Baca Juga : Hari Wanita Internasional: Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Simbol Perjuangan
Baca Juga : Jaga Mutu Internasional, TUNC Direkomendasikan Tetap Tersertifikasi ISO 21001:2018
Baca Juga : Gimana Balik ke Rutinitas Kampus Setelah Liburan Biar Nggak Kaget?
