{"id":542,"date":"2022-12-13T03:41:00","date_gmt":"2022-12-13T03:41:00","guid":{"rendered":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/?p=2562"},"modified":"2024-09-14T12:58:29","modified_gmt":"2024-09-14T05:58:29","slug":"kepoin-sejarah-perkembangan-teknologi-radio-dari-masa-ke-masa-yuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/kepoin-sejarah-perkembangan-teknologi-radio-dari-masa-ke-masa-yuk\/","title":{"rendered":"Kepoin Sejarah Perkembangan Teknologi Radio yuk!"},"content":{"rendered":"<div class=\"wpb-content-wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\"><h2 style=\"text-align: left;font-family:Abril Fatface;font-weight:400;font-style:normal\" class=\"vc_custom_heading vc_do_custom_heading\" >This is custom heading element<\/h2>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p>Teknologi radio terus berkembang sejak cikal bakalnya ditemukan oleh Heinrich Hertz pada tahun 1880-an. Kini untuk menggunakan radio kita tidak harus bergantung pada teknik modulasi gelombang analog (frekuensi dan amplitudo), namun bisa secara digital melalui internet.<\/p>\n<p>Nah mulai penasaran kan dengan sejarahnya?, langsung aja yuk kita kepoin gimana sejarah perkembangan teknologi radio dari masa ke masa\u2026<b>\u00a0<\/b><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h4><b>Apa itu Radio?<\/b><\/h4>\n<p>Radio merupakan teknologi yang memanfaatkan gelombang radio untuk menyampaikan informasi baik berupa suara (audio) maupun gambar (visual). Teknik teknologi radio adalah dengan memodulasikan gelombang energi elektromagnetik secara sistematis dan kemudian disebar melalui angkasa. Modulasi gelombang ini dapat melalui frekuensi (FM) maupun amplitudo (AM).<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"150\" height=\"150\" src=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/sejarah-radio-150x150.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-thumbnail\" alt=\"contoh radio di dunia militer\" title=\"sejarah radio\" srcset=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/sejarah-radio-150x150.webp 150w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/sejarah-radio-300x300.webp 300w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/sejarah-radio-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/sejarah-radio-768x768.webp 768w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/sejarah-radio-1536x1536.webp 1536w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/sejarah-radio-92x92.webp 92w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/sejarah-radio.webp 2048w\" sizes=\"(max-width: 150px) 100vw, 150px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h4><b>Ada Apa dengan Sejarah Perkembangan Teknologi Radio?<\/b><\/h4>\n<p>Cikal bakal dari radio modern sudah ada sejak tahun 1880-an berkat temuan Heinrich Hertz, fisikawan asal jerman ini berhasil membuktikan keberadaan radiasi elektromagnetik yang nantinya menjadi media transmisi sinyal radio. Akan tetapi, penggunaan radio baru terlacak pada awal tahun 1900-an. Kala itu, yang menggunakan radio masih terbatas hanya untuk penggunaan maritim. Saat itu, teknologi ini digunakan untuk mengirim pesan dengan kode morse dari kapal dengan daratan atau sebaliknya. Terkadang radio juga menjadi media komunikasi antar satu kapal dengan kapal lainnya untuk memastikan koordinasi.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><b>1. Penggunaan awal untuk tentara perang<\/b><\/p>\n<p>Seiring dengan berjalannya waktu, penggunaan teknologi ini pun semakin luas. Selain kapal sipil, teknologi ini juga digunakan oleh kapal perang. Salah satunya adalah kapal perang milik Angkatan Laut Jepang pada perang Tsushima di tahun 1901. Radio secara aktif digunakan oleh tentara perang untuk memata-matai musuh mereka yaitu armada laut Rusia. Teknologi ini juga punya peranan dalam perang dunia II. Salah satunya adalah pihak Jerman, saat kabel bawah laut Jerman dipotong oleh Inggris. Teknologi ini pun menjadi alternatif tentara Jepang. Dengan adanya sistem <i>radio trunking<\/i> teknologi ini memang dianggap sebagai alat komunikasi yang efektif pada masa perang.<\/p>\n<p><b>2. Apa itu sistem <\/b><b><i>radio trunking<\/i><\/b><b>?<\/b><\/p>\n<p>Secara sederhana sistem <i>radio trunking<\/i> dapat dipahami sebagai sebuah sistem yang memanfaatkan sebagian kecil dari jalur komunikasi besar secara bersama-sama. Sistem ini tidak akan menggangu laju komunikasi dari jalur komunikasi yang lebih besar. Ini karena <i>automatic switching<\/i> yang akan memindahkan <i>user<\/i> pada kanal manapun yang tidak digunakan.<\/p>\n<p>Sistem teknologi radio dianggap lebih aman karena hanya <i>user<\/i> dalam satu grup saja yang dapat menggunakan kanal yang tersedia. Berbeda dengan sistem konvensional yang masih memungkinkan orang dari luar untuk masuk dan dan mendengarkan pembicaraan dalam kanal. Selain itu, dengan <i>radio trunking<\/i> gangguan akan berkurang karena hanya <i>user <\/i>dalam grup saja yang dapat menggunakan kanal.<\/p>\n<p>Dengan sistem yang sangat mendukung keamanan, tidak mengherankan jika <i>radio trunking<\/i> digunakan oleh instasi dengan tingkat kerahasian tinggi. Salah satunya adalah pihak kepolisian. Beberapa instasi pemerintah juga memanfaatkan sistem <i>radio trunking<\/i> untuk komunkasi secara rahasia.<\/p>\n<p><b><i>3. Radio trunking go to digital <\/i><\/b><\/p>\n<p>Seiring dengan berkembangnya zaman, sistem teknologi <i>radio trunking<\/i> pun ikut berkembang. Sama halnya dengan radio secara general, <i>radio trunking<\/i> pun perlahan beralih dari gelombang analog menjadi digital. Di Indonesia sendiri sudah mulai melakukan migrasi sistem <i>radio trunking<\/i> analog ke digital yang terjadi karena diakibatkannya sistem <i>radio trunking<\/i> digital dinilai lebih efisien dan <i>cost-effective<\/i> jika dibandingkan dengan tipe analog.<\/p>\n<p>Komunikasi teknologi radio terus berkembang dari masa ke masa. Beberapa sistem yang dapat mengoptimalkan penggunaan teknologi ini pun terus bermunculan. Salah satunya adalah sistem <i>radio trunking<\/i> yang memberikan tingkat kerahasian tinggi bagi kalian yang ingin mulai memanfaatkan sistem ini.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p>Untuk info lainnya silahkan kunjungi :<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/ittelkom-jkt.ac.id\">https:\/\/ittelkom-jkt.ac.id<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/\">https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id<\/a><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"This is custom heading element Teknologi radio terus berkembang sejak cikal bakalnya ditemukan oleh Heinrich Hertz pada tahun 1880-an. Kini untuk menggunakan radio kita tidak harus bergantung pada teknik modulasi gelombang analog (frekuensi dan amplitudo), namun bisa secara digital melalui internet. Nah mulai penasaran kan dengan sejarahnya?, langsung aja yuk kita kepoin gimana sejarah perkembangan [...]","protected":false},"author":6,"featured_media":543,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[39,26],"tags":[],"class_list":["post-542","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-dti","category-dti"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/542","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=542"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/542\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/543"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=542"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=542"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=542"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}