{"id":39589,"date":"2026-07-08T13:30:36","date_gmt":"2026-07-08T06:30:36","guid":{"rendered":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/?p=39589"},"modified":"2026-07-15T13:28:21","modified_gmt":"2026-07-15T06:28:21","slug":"teknologi-spatial-audio-pada-xr-dan-perannya-dalam-metaverse","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/teknologi-spatial-audio-pada-xr-dan-perannya-dalam-metaverse\/","title":{"rendered":"Teknologi Spatial Audio pada XR dan Perannya dalam Metaverse"},"content":{"rendered":"<div class=\"wpb-content-wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemajuan yang ada di teknologi dunia virtual sudah membawa kita ke tahapan era baru yang sering kita tahu sebagai Metaverse. Di ekosistem ini, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">user<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak cuma semata-mata melihat atau menyaksikan konten, tapi &#8220;hidup&#8221; dan berinteraksi di dalamnya lewat teknologi yang bernama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Extended Reality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (XR). Teknologi ini mencakup, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Virtual Reality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (VR), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Augmented Reality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (AR), sama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mixed Reality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (MR). Tapi percuma saja, visual yang bagus dan grafis 3D yang kelihatan nyata masih belum komplet untuk membuat dunia digital yang ideal. Ada satu elemen penting yang kerap kali dilupakan tapi punya peran krusial sekali yaitu suara. Maka dari itu, untuk mengisi kosongnya peran tersebut dibuatlah teknologi Spatial Audio di XR. Jika tidak ada audio yang pergerakannya selaras dengan visual dan gerakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">user<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">experience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> imersif yang dijanjikan oleh Metaverse rasanya akan hambar dan tidak nyata. Spatial Audio memberi dimensi kedalaman, arah, dan jarak pada suara, jadikan teknologi ini tonggak yang penting untuk membangun masa depan interaksi digital.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"2560\" height=\"2184\" src=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-1-8-3-scaled.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-full\" alt=\"Ikon ini melambangkan spatial audio, pengalaman mendengarkan imersif, komunikasi nirkabel, atau teknologi berbasis suara.\" title=\"Ikon ini melambangkan spatial audio, pengalaman mendengarkan imersif, komunikasi nirkabel, atau teknologi berbasis suara.\" srcset=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-1-8-3-scaled.webp 2560w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-1-8-3-300x256.webp 300w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-1-8-3-1024x874.webp 1024w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-1-8-3-768x655.webp 768w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-1-8-3-1536x1311.webp 1536w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-1-8-3-2048x1747.webp 2048w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-1-8-3-14x12.webp 14w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Apa Itu Teknologi Spatial Audio pada XR?<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Spatial Audio<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ialah teknologi rekayasa suara yang dirancang khusus untuk bisa menirukan bagaimana cara manusia mendengar seperti di dunia nyata. Di kehidupan asli ini, telinga kita bisa menangkap dari mana arah datangnya suara kendaraan, asal suara burung yang ada di atas pohon, atau gema suara seorang yang memantul di ruangan sempit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika disatukan pada perangkat XR seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">headset<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> VR atau kacamata AR, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Spatial Audio<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak lagi pakai format stereo tradisional (kiri dan kanan). Teknologi ini sudah pakai sistem canggih yang bernama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Head-Related Transfer Function<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (HRTF) untuk peragakan bagaimana gelombang suara berhubungan dengan anatomi kepala dan telinga manusia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga ketika kamu menolehkan kepala ke kiri, di dunia VR-nya nanti, sumber suara yang awalnya ada di depan kamu secara langsung akan geser ke telinga kanan kamu. Dinamika ini terjadi secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">real-time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karena ada sensor pelacak kepala di perangkat XR. Hal ini yang membuat audio standar berbeda dengan teknologi Spatial Audio pada XR, karena Spatial Audio bergerak bersama kamu.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Mengapa Suara 3D Sangat Krusial untuk Pengalaman XR?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada ekosistem <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Extended Reality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, fokus utama pengembang yaitu bisa raih tingkat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">presence<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau perasaan yang bisa membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">user<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> benar-benar ada di dalam dunia virtual itu. Visual yang jelas memang memanjakan mata, tapi suaralah yang bisa membuat otak yakin jika lingkungan itu terasa &#8220;nyata&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa alasan mengapa suara 3D sangat krusial dalam XR:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Mencegah <\/b><b><i>Cyber Sickness<\/i><\/b><b>:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Ketidaksesuaian antara apa yang dilihat oleh mata dan apa yang didengar oleh telinga sering kali memicu pusing atau mual (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">motion sickness<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) saat menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">headset<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> VR. Spatial Audio menyelaraskan stimulus sensorik tersebut sehingga otak tidak mengalami disorientasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Mengarahkan Atensi Pengguna:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Berbeda dengan layar datar saat sutradara bisa mengontrol pandangan kamu, dalam ruang XR 360 derajat, pengguna bebas melihat ke mana saja. Melalui isyarat suara (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">audio cues<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) spasial seperti suara ledakan di sisi kiri belakang pengembang dapat mengarahkan pandangan pengguna secara natural tanpa perlu memberikan petunjuk visual yang mengganggu estetika.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Meningkatkan Interaksi Emosional:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Suara yang terdengar dekat, berbisik, atau menggema sesuai lingkungan virtual menciptakan keterikatan emosional dan ketegangan yang jauh lebih tinggi, baik dalam aplikasi gim, simulasi pelatihan, maupun terapi psikologis.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Peran Vital Spatial Audio dalam Menghidupkan Metaverse<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Metaverse digadang-gadang sebagai ruang sosial masa depan tempat jutaan orang bertemu, bekerja, bermain, dan bertransaksi. Agar ruang sosial digital ini berfungsi dengan baik, komunikasi antar-pengguna harus terasa sealami mungkin. Di sinilah Spatial Audio Metaverse memegang peran revolusioner melalui beberapa aspek berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h4><b>Realisme Komunikasi dan <\/b><b><i>Proximity Chat<\/i><\/b><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan kamu menghadiri konser musik virtual atau pesta di Metaverse yang dihadiri oleh ratusan avatar. Jika pakai audio konvensional, suara dari ratusan orang itu akan bercampur jadi satu suara gaduh yang bisa membuat telinga pekak. Dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Spatial Audio<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Metaverse bisa terapkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">proximity chat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (obrolan berbasis jarak). Kamu hanya akan dengar suara avatar yang ada di dekat kamu saja. Jika mereka bergerak menjauh, suara mereka akan jadi kecil dengan bertahap. Keadaan ini bisa membuat terciptanya kelompok-kelompok obrolan kecil yang eksklusif di tengah keramaian, sama seperti di dunia nyata.<\/span><\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h4><b>Rapat Virtual yang Lebih Produktif<\/b><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam konteks <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">remote working<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di Metaverse, ruang rapat virtual memanfaatkan audio spasial untuk membedakan arah bicara rekan kerja. Saat teman yang ada meja sebelah kanan bicara, suara mereka akan terdengar dari arah kanan. Hal ini bisa kurangi kelelahan mental (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">zoom fatigue<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) soalnya otak tidak perlu lagi kerja keras terka siapa yang lagi berbicara di layar.<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h4><b>Konser dan Hiburan Imersif<\/b><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"font-weight: 400;\">Industri hiburan di Metaverse, seperti konser musik virtual, bergantung sekali ke teknologi ini. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">User<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa rasakan sensasi berdiri di baris depan festival musik, dengarkan gemuruh suara bass dari panggung di depan, dan suara sorak-sorai penonton lain yang terdengar jelas memutari mereka dari sisi kanan, kiri, dan belakang.<\/span><\/h4>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"2560\" height=\"2184\" src=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-2-9-3-scaled.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-full\" alt=\"Susunan speaker mengelilingi kepala pengguna, menggambarkan teknologi spatial audio 360 derajat yang menciptakan pengalaman mendengarkan imersif.\" title=\"Susunan speaker mengelilingi kepala pengguna, menggambarkan teknologi spatial audio 360 derajat yang menciptakan pengalaman mendengarkan imersif.\" srcset=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-2-9-3-scaled.webp 2560w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-2-9-3-300x256.webp 300w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-2-9-3-1024x874.webp 1024w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-2-9-3-768x655.webp 768w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-2-9-3-1536x1311.webp 1536w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-2-9-3-2048x1747.webp 2048w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-2-9-3-14x12.webp 14w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Tantangan Teknis dalam Implementasi Audio Spasial<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun punya potensinya progresif sekali, terapkan teknologi Spatial Audio di XR secara sempurna bukan termasuk hal mudah. Para pengembang dan produsen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hardware<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> masih alami macam-macam tantangan teknis yang besar:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Beban Komputasi yang Tinggi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Proses audio yang berdasar ke objek yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">real-time,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> apalagi libatkan ratusan sumber suara sekaligus di Metaverse, itu butuh daya komputasi (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">CPU\/GPU<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang besar. Perangkat XR mandiri (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">standalone VR<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang pakai baterai harus membagi daya itu dengan penggarapan grafis yang juga berat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Standardisasi Format Audio:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Sampai sekarang, belum ada satu standar universal yang disetujui sama semua industri untuk audio spasial di Metaverse. Beberapa platform masih pakai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">engine<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan SDK (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Software Development Kit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang beda-beda, bikin penyatuan lintas platform jadi makin kompleks.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Keterbatasan Perangkat Keras Pengguna:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Mendapatkan hasil audio spasial yang sempurna, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">user<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> butuh sekali <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">headphone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">earphone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang bisa menunjang pelacakan spasial dengan latensi rendah. Pakai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">speaker<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bawaan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">smartphone <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang standar acap kali gagal bawa efek 3D yang diinginkan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Masa Depan Spatial Audio di Era Ekosistem Digital<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat tren investasi besar-besaran dari raksasa teknologi di ekosistem XR dan Metaverse, masa depan teknologi audio ini diperkirakan akan semakin canggih. Nantinya, kita bakal lihat adopsi teknologi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Acoustic Ray Tracing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Teknologi ini bisa bawa gelombang suara virtual untuk memantul, diserap, atau dibiaskan sama material objek yang ada di Metaverse secara dinamis. Misalnya, suara langkah kaki di atas lantai kayu bakal kedengaran beda sama langkah kaki di atas karpet tebal di dalam dunia virtual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, personalisasi profil HRTF yang didasarkan ke pemindaian bentuk telinga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">user <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(pakai kamera ponsel) bakal jadi standar baru. Ini bisa dipastikan kalau setiap orang dapat kalibrasi suara 3D yang paling akurat, sesuai sama anatomi tubuh mereka masing-masing.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teknologi spatial audio pada XR bukan sekadar fitur pelengkap atau pemanis belaka. Ia adalah fondasi tak kasat mata yang menyatukan seluruh elemen indrawi manusia di dalam ruang digital. Dalam konteks perannya dalam Metaverse, teknologi ini meruntuhkan dinding pembatas antara dunia fisik dan dunia virtual, memungkinkan terciptanya interaksi sosial, kolaborasi kerja, dan hiburan yang terasa sangat organik. Seiring berkembangnya teknologi perangkat keras dan optimalisasi perangkat lunak, suara tiga dimensi ini akan memastikan bahwa Metaverse bukan hanya tempat yang kita lihat lewat kacamata canggih, melainkan dunia yang benar-benar kita rasakan kehadirannya.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"2560\" height=\"2184\" src=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-3-1-3-scaled.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-full\" alt=\"Gambar ini melambangkan pengalaman spatial audio atau suara 3D yang imersif dalam lingkungan virtual.\" title=\"Gambar ini melambangkan pengalaman spatial audio atau suara 3D yang imersif dalam lingkungan virtual.\" srcset=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-3-1-3-scaled.webp 2560w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-3-1-3-300x256.webp 300w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-3-1-3-1024x874.webp 1024w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-3-1-3-768x655.webp 768w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-3-1-3-1536x1311.webp 1536w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-3-1-3-2048x1747.webp 2048w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar-3-1-3-14x12.webp 14w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Kemajuan yang ada di teknologi dunia virtual sudah membawa kita ke tahapan era baru yang sering kita tahu sebagai Metaverse. Di ekosistem ini, user tidak cuma semata-mata melihat atau menyaksikan konten, tapi \"hidup\" dan berinteraksi di dalamnya lewat teknologi yang bernama Extended Reality (XR). Teknologi ini mencakup, Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), sama Mixed [...]","protected":false},"author":37,"featured_media":39590,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[300],"tags":[2153,2152,2154,2151,2150],"class_list":["post-39589","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-audio-technology","tag-extended-reality","tag-immersive-tech","tag-metaverse","tag-spatial-audio"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39589","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/37"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39589"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39589\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39595,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39589\/revisions\/39595"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39590"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39589"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39589"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39589"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}