{"id":39471,"date":"2026-06-15T13:30:57","date_gmt":"2026-06-15T06:30:57","guid":{"rendered":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/?p=39471"},"modified":"2026-06-22T16:32:10","modified_gmt":"2026-06-22T09:32:10","slug":"tips-mengukur-roi-digital-advertising-agar-iklan-tidak-bocor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/tips-mengukur-roi-digital-advertising-agar-iklan-tidak-bocor\/","title":{"rendered":"Tips Mengukur ROI Digital Advertising Agar Iklan Tidak Bocor"},"content":{"rendered":"<div class=\"wpb-content-wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Implementasikan advertensi pemasaran digital lewat platform seperti Google Ads, Meta Ads, atau TikTok Ads sekarang sudah jadi skema wajib buat hampir semua pegiat bisnis. Daya suai waktu tentukan target audiens sama jangkauannya yang luas jadi salah satu daya tarik utama dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">digital advertising<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Tapi, di balik potensi keuntungan yang besar, ada satu risiko bahaya yang kerap dirasakan sama para pengiklan yaitu bujet iklan yang bocor dan tidak hasilkan konversi yang jelas. Banyak pemilik bisnis yang merasa sudah habiskan jutaan sampai puluhan juta rupiah cuma buat beriklan, tapi penjualan di toko mereka tetap mandek. Masalah utamanya biasanya bukan di platform iklannya, tapi di tidak mampunya bisnis buat periksa dan evaluasi hasil guna biaya itu. Maka dari itu, paham soal ukur ROI <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">digital advertising<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ialah tindakan krusial yang mesti dimengerti sama setiap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">digital marketer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> biar tiap-tiap biaya yang dikeluarkan bisa balik lagi jadi keuntungan yang berlipat ganda.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"2560\" height=\"2184\" src=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-6-3-scaled.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-full\" alt=\"pertumbuhan Return On Investment (ROI) dan manajemen investasi modal bisnis oleh seorang profesional keuangan di samping layar monitor.\" title=\"pertumbuhan Return On Investment (ROI) dan manajemen investasi modal bisnis oleh seorang profesional keuangan di samping layar monitor.\" srcset=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-6-3-scaled.webp 2560w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-6-3-300x256.webp 300w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-6-3-1024x874.webp 1024w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-6-3-768x655.webp 768w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-6-3-1536x1311.webp 1536w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-6-3-2048x1747.webp 2048w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-6-3-14x12.webp 14w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Memahami Realitas ROI dalam Industri Periklanan Digital<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Return on Investment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (ROI) kalau di dunia periklanan digital ialah indikator finansial yang dipakai buat ukur efisiensi atau daya laba dari pemodalan iklan yang sudah kamu keluarkan. Sederhananya begini, ROI bisa jawab pertanyaan dasar: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Dari uang yang saya keluarkan buat iklan, berapa banyak laba bersih yang bisa saya dapat kembali?&#8221;<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Acap kali, para pengiklan amatir teperdaya sama apa itu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">vanity metrics<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, seperti jumlah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">likes<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">views<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">followers<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, bahkan klik (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Click-Through Rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\/CTR) yang tinggi. Walau indikator itu bagus buat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand awareness<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, mereka tidak selamanya representasikan kesehatan finansial bisnis. Kalau tidak ukur ROI dengan akurasi yang tepat, kamu tidak akan pernah tahu advertensi mana yang benar-benar hasilkan uang dan advertensi mana yang cuma buang-buang uang. Ukur ROI bisa bantu kamu ambil keputusan yang sesuai data yang ada buat hentikan iklan yang tidak bagus dan lipatgandakan biaya ke iklan yang profit.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Perbedaan Krusial Antara Metrik ROI dan ROAS<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum masuk ke teknik pengukuran, kamu perlu paham soal apa perbedaan dasar antar ROI sama ROAS (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Return on Ad Spend<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Dua istilah ini kerap kali disalahpahami pada praktiknya, padahal perspektif finansial yang diberikan keduanya beda jauh sekali.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>ROAS (Return on Ad Spend):<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Indikator ini hanya melihat efektivitas dari biaya yang kamu bayarkan langsung ke platform iklan (seperti Meta atau Google). ROAS hanya membandingkan pendapatan kotor yang masuk dengan nominal uang yang dihabiskan untuk menayangkan iklan tersebut. Indikator ini murni mengukur performa teknis dari materi kampanye atau target audiens kamu di media digital.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>ROI (Return on Investment):<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Indikator ini memberikan gambaran yang jauh lebih lengkap dan akurat mengenai kesehatan keuangan bisnis kamu secara menyeluruh. ROI tidak hanya menghitung biaya iklan, tetapi juga mengurangkan pendapatan kotor dengan seluruh biaya operasional riil, mulai dari Harga Pokok Penjualan (HPP), biaya produksi barang, gaji tim admin, hingga ongkos kirim.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memahami perbedaan ini sangat penting agar kamu tidak terjebak dalam ilusi data. Sering kali terjadi kasus di mana performa iklan di dasbor terlihat sangat luar biasa karena nilai ROAS-nya tinggi, namun pada akhir bulan tabungan bisnis kamu justru tekor alias minus. Fenomena ini terjadi jika margin keuntungan produk kamu terlalu tipis atau biaya operasional operasional internal kamu terlalu membengkak. Di sinilah letak pentingnya mengukur ROI secara berkala; agar kamu bisa mengendus celah &#8220;kebocoran&#8221; bisnis tersembunyi yang tidak bisa ditangkap oleh dasbor iklan biasa.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Fondasi Teknis Menggunakan Alat Pelacak Konversi yang Akurat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah paling praktis dan wajib dikerjakan sebelum aktifkan iklan adalah pasang alat pelacak di situs web atau halaman arahan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">landing page<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) kamu. Tiap-tiap platform iklan punya kode pelacaknya masing-masing, seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Google Tag<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Meta Pixel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">TikTok Pixel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan cuma pasang kode itu di halaman depan, tapi juga pasang secara khusus sampai ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">thank you page<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Alat ini fungsinya buat rekam perilaku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">user<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan otomatis. Kalau tidak pasang kode pelacak dengan pas, platform iklan tidak akan pernah tahu audiens mana yang benar-benar lakukan pembelian, akibatnya algoritme sistem tidak bisa optimalkan penargetan iklan kamu ke depannya. Satukan juga sama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Conversion API<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> buat antisipasi hilangnya data karena diblokir kuki (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cookie<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) atau pihak ketiga di browser modern.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"2560\" height=\"2184\" src=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-6-3-scaled.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-full\" alt=\"pertumbuhan Return On Investment (ROI) dan manajemen investasi modal bisnis oleh seorang profesional keuangan di samping layar monitor.\" title=\"pertumbuhan Return On Investment (ROI) dan manajemen investasi modal bisnis oleh seorang profesional keuangan di samping layar monitor.\" srcset=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-6-3-scaled.webp 2560w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-6-3-300x256.webp 300w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-6-3-1024x874.webp 1024w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-6-3-768x655.webp 768w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-6-3-1536x1311.webp 1536w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-6-3-2048x1747.webp 2048w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-6-3-14x12.webp 14w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Taktik Pelacakan Multi-Saluran Melalui Parameter UTM<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu menjalankan iklan di beberapa platform sekaligus (misalnya Google, Instagram, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">email marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang semuanya mengarah ke satu situs web yang sama, kamu wajib menggunakan parameter UTM (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Urchin Tracking Module<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">UTM adalah kode teks pendek yang ditambahkan di belakang tautan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">link<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) iklan kamu. Dengan UTM, Google Analytics kamu dapat membaca secara spesifik aliran trafik masuk. Kamu bisa mendeteksi dengan akurat ROI iklanmu: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPenjualan senilai Rp5 juta hari ini datang dari iklan Instagram Ads versi video B, bukan dari Google Ads.\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Pelacakan sedetail ini sangat ampuh untuk mendeteksi di saluran mana uang kamu bekerja dengan maksimal dan di saluran mana uang kamu bocor terbuang sia-sia.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Strategi Audit Kreatif Iklan untuk Mencegah Kebocoran Anggaran<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebocoran anggaran sering kali terjadi bukan karena salah target audiens, melainkan karena pengiklan membiarkan satu materi iklan (gambar atau video) berjalan berbulan-bulan hingga audiens merasa jenuh (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ad fatigue<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Ketika audiens jenuh, biaya per klik (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cost Per Click<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> \/ CPC) akan melonjak naik, sementara angka konversi akan merosot tajam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lakukan audit iklan minimal satu kali seminggu. Bandingkan performa antar-kreatif menggunakan skema <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">A\/B Testing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Jika ada video iklan yang biayanya mahal tetapi tidak menghasilkan penjualan dalam waktu 3-5 hari, segera matikan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">turn off<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) iklan tersebut. Alihkan sisa anggarannya ke materi iklan lain yang terbukti menghasilkan nilai konversi tinggi dan ROI positif.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"2560\" height=\"2184\" src=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-3-ROI-scaled.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-full\" alt=\"Ikon glif hitam putih Return On Investment (ROI) menampilkan grafik pertumbuhan investasi dan simbol koin dolar naik\" title=\"Ikon glif hitam putih Return On Investment (ROI) menampilkan grafik pertumbuhan investasi dan simbol koin dolar naik\" srcset=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-3-ROI-scaled.webp 2560w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-3-ROI-300x256.webp 300w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-3-ROI-1024x874.webp 1024w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-3-ROI-768x655.webp 768w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-3-ROI-1536x1311.webp 1536w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-3-ROI-2048x1747.webp 2048w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-3-ROI-14x12.webp 14w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengelola anggaran pemasaran digital tanpa mengukur ROI ibarat menyetir mobil di malam hari dalam kondisi lampu mati. Kamu bergerak maju, tetapi tidak tahu kapan akan menabrak jurang kerugian. Tips Mengukur ROI Digital Advertising Agar Iklan Tidak Bocor bukan sekadar teori teknis, melainkan fondasi utama pertahanan finansial bisnis kamu di pasar digital.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan biarkan uang kamu habis hanya untuk membeli angka metrik semu seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">views<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">likes<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Mulailah disiplin dalam memasang alat pelacak, menghitung margin profit secara riil, dan mengevaluasi data kampanye kamu secara berkala. Dengan kontrol data yang ketat, kamu tidak hanya berhasil menghentikan kebocoran anggaran, tetapi juga bisa melipatgandakan skala bisnis (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scale up<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dengan penuh rasa percaya diri.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Implementasikan advertensi pemasaran digital lewat platform seperti Google Ads, Meta Ads, atau TikTok Ads sekarang sudah jadi skema wajib buat hampir semua pegiat bisnis. Daya suai waktu tentukan target audiens sama jangkauannya yang luas jadi salah satu daya tarik utama dari digital advertising. Tapi, di balik potensi keuntungan yang besar, ada satu risiko bahaya yang [...]","protected":false},"author":37,"featured_media":39472,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[300],"tags":[2106,2108,2107,2105],"class_list":["post-39471","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-digital-advertising","tag-iklan-online","tag-marketing-roi","tag-return-on-investment"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39471","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/37"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39471"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39471\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39477,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39471\/revisions\/39477"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39472"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39471"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39471"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39471"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}