{"id":39390,"date":"2026-05-31T08:30:21","date_gmt":"2026-05-31T01:30:21","guid":{"rendered":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/?p=39390"},"modified":"2026-06-02T14:32:22","modified_gmt":"2026-06-02T07:32:22","slug":"memaknai-waisak-2570-be-dharma-menjaga-perdamaian-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/memaknai-waisak-2570-be-dharma-menjaga-perdamaian-dunia\/","title":{"rendered":"Memaknai Waisak 2570 BE: Dharma Menjaga Perdamaian Dunia"},"content":{"rendered":"<div class=\"wpb-content-wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p>HEI TelUtizen! Suasana damai terasa begitu kental ketika umat Buddha di seluruh penjuru dunia merayakan Hari Raya Waisak. Tahun ini, kita merayakan Waisak 2570 BE dengan tema yang sangat relevan bagi kehidupan kita <strong>\u201cDharma Menjaga Perdamaian Dunia&#8221;<\/strong>. Di tengah hiruk-pikuk dunia yang seringkali menuntut kecepatan dan efisiensi, momen Waisak menjadi pengingat bagi kita untuk sejenak berhenti, berefleksi, dan kembali ke jalan kebajikan.<\/p>\n<p>Waisak sendiri adalah perayaan <em>Trisuci Waisak<\/em>, yang memperingati tiga peristiwa penting dalam hidup Sang Buddha Gautama: kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna, dan <a href=\"https:\/\/www.google.com\/search?q=parinibbana&amp;sca_esv=70ea78da33889e73&amp;sxsrf=ANbL-n4afHSZX12Gz64KWN3ntAEWqnz4_w%3A1780371010575&amp;ei=Qk4eaqDfItSgnesPrPSXoQk&amp;biw=1358&amp;bih=602&amp;ved=0ahUKEwigiJ3tzueUAxVUUGcHHSz6JZQQ4dUDCBA&amp;uact=5&amp;oq=parinibbana&amp;gs_lp=Egxnd3Mtd2l6LXNlcnAiC3BhcmluaWJiYW5hMgUQABiABDIIEAAYgAQYywEyCBAAGIAEGMsBMggQLhiABBjLATIFEAAYgAQyBRAAGIAEMggQABiABBjLATIIEAAYgAQYywEyCBAAGIAEGMsBMggQABiABBjLAUieR1CaDFjVQHADeAGQAQCYAXGgAbwFqgEDNy4xuAEDyAEA-AEBmAILoAL9BcICChAAGEcY1gQYsAPCAg4QABjkAhjWBBiwA9gBAcICFxAuGNwGGLgGGNoGGNgCGMgDGLAD2AEBwgIEECMYJ8ICChAjGIAEGIoFGCfCAgsQABiABBiKBRiRAsICExAuGIAEGIoFGEMYxwEYrwEYjgXCAgoQLhiABBiKBRhDwgINEAAYgAQYigUYQxixA8ICCBAAGIAEGLEDwgISECMYyQIY8AUYgAQYigUYExgnwgILEC4YgAQYigUYkQLCAgoQABiABBiKBRhDwgIOEAAYgAQYigUYsQMYgwHCAgsQABiABBiKBRixA8ICHRAuGIAEGIoFGLEDGMcBGK8BGJgFGJ4FGJkFGI4FwgILEC4YgAQYsQMYgwHCAgsQABiABBixAxiDAcICBRAuGIAEwgIOEC4YgAQYxwEYrwEYjgXCAggQLhiABBixA8ICChAAGIAEGMsBGArCAgQQABgemAMAiAYBkAYPugYGCAEQARgJkgcDOS4yoAftf7IHAzYuMrgH6gXCBwQyLTExyAcygAgB&amp;sclient=gws-wiz-serp\"><em>parinibbana<\/em><\/a>. Namun, inti dari perayaan ini bukan sekadar seremoni ritual, melainkan bagaimana kita mengimplementasikan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Dharma, dalam konteks ini, berperan sebagai kompas moral. Di era di mana informasi tersebar sangat cepat, seringkali kita terjebak dalam arus ego dan konflik yang tidak perlu. Kebijaksanaan yang diajarkan oleh Dharma menuntun kita untuk selalu menumbuhkan pikiran yang jernih, penuh kasih sayang, dan memiliki empati terhadap makhluk lain. Menjadikan Dharma sebagai sumber moral berarti kita belajar untuk tidak hanya mementingkan diri sendiri, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya harmoni di lingkungan sekitar.<\/p>\n<p>Perdamaian dunia sejatinya dimulai dari perdamaian di dalam hati sendiri. Ketika setiap individu mampu mempraktikkan kesabaran, kejujuran, dan pikiran yang welas asih, maka riak-riak kedamaian tersebut akan meluas dan menciptakan atmosfer yang lebih teduh bagi dunia. Inilah esensi dari kebijaksanaan, bukan tentang menjadi yang paling pintar atau paling benar, melainkan menjadi seseorang yang mampu menenangkan dan memberikan solusi yang bermanfaat bagi sesama.<\/p>\n<p>Sikap bijak dalam bersikap dan semangat untuk terus belajar memperbaiki diri adalah nilai-nilai universal yang sangat selaras dengan visi pendidikan masa kini. Di <a href=\"http:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/\"><strong>Telkom University Jakarta<\/strong><\/a>, kami percaya bahwa pengembangan intelektual harus selalu dibarengi dengan pembentukan karakter yang berintegritas. Dengan lingkungan yang mendukung harmoni dan inovasi, kami terus berupaya mencetak talenta yang tidak hanya ahli secara teknologi, tetapi juga bijak dalam mengambil keputusan demi kebermanfaatan banyak orang. Mari jadikan semangat Waisak sebagai motivasi untuk terus tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan membawa kedamaian bagi semesta.<\/p>\n<p>Selamat merayakan Hari Raya Waisak 2570 BE bagi TelUtizenyang merayakan!<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/menelusuri-makna-dan-sejarah-di-balik-hari-raya-idul-adha\/\">Menelusuri Makna dan Sejarah di Balik Hari Raya Idul Adha<\/a><\/strong><br \/>\n<strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/sinergikan-seni-teknologi-dan-kepemimpinan-tel-u-jakarta-sukses-gelar-jsls-2026\/\">Sinergikan Seni, Teknologi, dan Kepemimpinan, Tel-U Jakarta Sukses Gelar JSLS 2026<\/a><\/strong><br \/>\n<strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/menyelami-sejarah-dan-esensi-di-balik-hari-kenaikan-yesus-kristus\/\">Delving into the History and Essence Behind the Ascension Day of Jesus Christ<\/a><\/strong><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"HEI TelUtizen! Suasana damai terasa begitu kental ketika umat Buddha di seluruh penjuru dunia merayakan Hari Raya Waisak. Tahun ini, kita merayakan Waisak 2570 BE dengan tema yang sangat relevan bagi kehidupan kita \u201cDharma Menjaga Perdamaian Dunia\". Di tengah hiruk-pikuk dunia yang seringkali menuntut kecepatan dan efisiensi, momen Waisak menjadi pengingat bagi kita untuk sejenak [...]","protected":false},"author":30,"featured_media":39391,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[29,300],"tags":[2066,1449,2067],"class_list":["post-39390","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-pendidikan","tag-dharma-menjaga-perdamaian","tag-hari-raya-waisak","tag-makna-waisak-2570-be"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39390","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/30"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39390"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39390\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39394,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39390\/revisions\/39394"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39391"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39390"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39390"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39390"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}