{"id":38992,"date":"2026-03-24T13:30:03","date_gmt":"2026-03-24T06:30:03","guid":{"rendered":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/?p=38992"},"modified":"2026-04-01T14:28:33","modified_gmt":"2026-04-01T07:28:33","slug":"asal-usul-halal-bihalal-dan-tradisi-uniknya-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/asal-usul-halal-bihalal-dan-tradisi-uniknya-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Asal-usul Halal Bihalal dan Tradisi Uniknya di Indonesia"},"content":{"rendered":"<div class=\"wpb-content-wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p>HEI TelUtizen! Setelah sebulan penuh kita berjuang menahan lapar, haus, dan emosi di bulan Ramadan, kini saatnya kita merayakan hari kemenangan. Bicara soal Lebaran di Indonesia, rasanya nggak lengkap kalau kita nggak membahas satu tradisi yang sudah mendarah daging: <strong>Halal Bihalal<\/strong>.<\/p>\n<p>Momen ini biasanya jadi ajang &#8220;reuni&#8221; keluarga besar, teman sekolah, hingga rekan kerja. Tapi, pernah nggak sih kamu terpikir dari mana asal kata yang unik ini? Dan kenapa tradisi ini cuma populer di Indonesia? Yuk, kita bahas bareng-bareng biar silaturahmi kamu makin berkesan!<\/p>\n<p><strong>Asal-usul yang &#8220;Indonesia Banget&#8221;<\/strong><\/p>\n<p>Meskipun kedengarannya seperti bahasa Arab, istilah &#8220;Halal Bihalal&#8221; sebenarnya asli produk lokal, lho! Menurut sejarah, istilah ini mulai populer sekitar tahun 1948. Saat itu, Indonesia sedang dalam masa politik yang kurang stabil pasca-kemerdekaan.<\/p>\n<p>Presiden Soekarno kemudian meminta saran kepada KH Abdul Wahab Chasbullah untuk mencari cara agar para tokoh politik bisa duduk bersama dan saling memaafkan tanpa merasa canggung. Sang Kyai pun mengusulkan silaturahmi dengan istilah &#8220;Halal Bihalal&#8221;. Filosofinya sederhana: para tokoh politik yang tadinya saling menyalahkan (haram) harus saling memaafkan agar hubungan mereka menjadi &#8220;halal&#8221; atau baik kembali. Sejak saat itulah, istilah ini mendunia di seluruh pelosok negeri.<\/p>\n<p>Secara harfiah, &#8220;Halal&#8221; berarti diperbolehkan atau diizinkan. Dalam konteks Halal Bihalal, maknanya adalah menyelesaikan segala kekusutan hati atau ganjalan perasaan dengan cara saling memaafkan. Ada tiga makna besar yang biasanya terkandung di dalamnya:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Penyelesaian Masalah:<\/strong> Melepaskan semua &#8220;ikatan&#8221; dendam atau salah paham yang selama ini terpendam.<\/li>\n<li><strong>Harmonisasi:<\/strong> Menyeimbangkan kembali hubungan sosial yang mungkin sempat renggang karena kesibukan masing-masing.<\/li>\n<li><strong>Koneksi Ulang:<\/strong> Mempererat tali persaudaraan yang jarang terpelihara di hari-hari biasa.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Salah satu hal yang menarik dari Halal Bihalal adalah adaptabilitasnya. Jika dulu kita harus datang langsung ke rumah kerabat, sekarang teknologi mempermudah segalanya. Bagi kamu yang mungkin terhalang jarak atau kesibukan mengelola konten, penggunaan sistem video konferensi seperti Zoom atau Google Meet kini sudah menjadi hal yang lumrah untuk Halal Bihalal virtual. Meski lewat layar, esensi maaf-maafan dan kebersamaannya tetap terasa hangat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Semangat saling memaafkan dan menjaga silaturahmi ini adalah cerminan pribadi yang memiliki karakter kuat dan integritas tinggi. Nilai-nilai kebersamaan seperti ini pula yang selalu kami pupuk di lingkungan <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/telkomuniversity\/\"><strong>Telkom University Jakarta<\/strong>.<\/a><\/p>\n<p>Sebagai kampus yang berfokus pada inovasi dan teknologi digital, kami percaya bahwa kesuksesan akademik harus dibarengi dengan kecerdasan sosial yang baik. Di Telkom University Jakarta, kamu akan menemukan ekosistem belajar yang suportif dan penuh kekeluargaan, persis seperti hangatnya suasana Halal Bihalal. Dengan dukungan fasilitas modern dan kurikulum yang adaptif, kami siap membantu kamu membangun jaringan profesional yang luas untuk masa depan. Yuk, rayakan hari kemenangan dengan semangat baru dan mulai langkah suksesmu bersama kami di Telkom University Jakarta!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Bagaimana suasana Halal Bihalal di tempatmu tahun ini? Punya cerita unik saat kumpul keluarga?<\/strong><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><strong>Penulis : Siti Zakiyah | Editor : Husna Rahmi<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/sehari-tanpa-aktivitas-uniknya-perayaan-nyepi-di-indonesia\/\">Sehari Tanpa Aktivitas: Uniknya Perayaan Nyepi di Indonesi<\/a>a<\/strong><br \/>\n<strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/apa-itu-zakat-fitrah-syarat-waktu-dan-ketentuannya\/\">Apa itu Zakat Fitrah? Syarat, Waktu, dan Ketentuannya<\/a><\/strong><br \/>\n<strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/menjemput-lailatul-qadr-si-malam-seribu-bulan-yang-penuh-berkah\/\">Menjemput Lailatul Qadr Si \u201cMalam Seribu Bulan\u201d yang Penuh Berkah<\/a><\/strong><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"HEI TelUtizen! Setelah sebulan penuh kita berjuang menahan lapar, haus, dan emosi di bulan Ramadan, kini saatnya kita merayakan hari kemenangan. Bicara soal Lebaran di Indonesia, rasanya nggak lengkap kalau kita nggak membahas satu tradisi yang sudah mendarah daging: Halal Bihalal. Momen ini biasanya jadi ajang \"reuni\" keluarga besar, teman sekolah, hingga rekan kerja. Tapi, [...]","protected":false},"author":30,"featured_media":38993,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[29,294],"tags":[1895,1896,1897],"class_list":["post-38992","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-kehidupan-kampus","tag-asal-usul-halal-bihalal","tag-makna-halal-bihalal","tag-tradisi-lebaran-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38992","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/30"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38992"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38992\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38996,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38992\/revisions\/38996"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38993"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38992"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38992"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38992"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}