{"id":23921,"date":"2024-09-19T11:15:46","date_gmt":"2024-09-19T04:15:46","guid":{"rendered":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/?p=23921"},"modified":"2024-09-20T13:45:35","modified_gmt":"2024-09-20T06:45:35","slug":"kesehatan-ginjal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/kesehatan-ginjal\/","title":{"rendered":"BTE TEA TIME 2024: Ngobrol Santai Soal Kesehatan Ginjal"},"content":{"rendered":"<div class=\"wpb-content-wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h1 style=\"text-align: center;\"><strong>BTE TEA TIME 2024: Ngobrol Santai Soal Kesehatan Ginjal<\/strong><\/h1>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><a href=\"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/\">S1 Teknik Telekomunikasi<\/a> mengadakan kegiatan rutin tahunan mereka yakni BTE TEA TIME. Pada BTE TEA TIME 2024 kali ini terdapat dua materi non akademik yang disampaikan oleh narasumber yang ahli dalam bidangnya, salah satunya membahas terkait &#8216;<strong>Gagal<\/strong><strong>\u00a0Ginjal<\/strong>\u2019 yang disampaikan oleh dr. Rizka Novita Indriani Sp.PD.<\/p>\n<p>Ginjal adalah organ vital dalam tubuh kita yang berfungsi seperti filter. Ia menyaring darah, membuang limbah, dan mengatur keseimbangan cairan serta elektrolit dalam tubuh. Ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, maka terjadilah kondisi yang disebut gagal ginjal.<\/p>\n<p>Secara umum, gagal ginjal dibagi menjadi dua jenis:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Gagal Ginjal Akut<\/strong>: Gagal Ginjal Akut ini merupakan penyakit ginjal yang terjadi secara mendadak dan sifatnya dapat kembali normal ataupun jika tidak dapat kembali ke fungsi optimalnya, proses penyembuhan gagal ginjal akut tidak bergantung kepada alat.<\/li>\n<\/ul>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"649\" src=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Gagal-Ginjal-Akut-1024x649.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-large\" alt=\"gagal ginjal akut\" title=\"Gagal Ginjal Akut\" srcset=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Gagal-Ginjal-Akut-1024x649.webp 1024w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Gagal-Ginjal-Akut-300x190.webp 300w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Gagal-Ginjal-Akut-768x486.webp 768w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Gagal-Ginjal-Akut-410x260.webp 410w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Gagal-Ginjal-Akut.webp 1219w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<ul>\n<li><strong>Gagal Ginjal Kronik<\/strong>: Gagal Ginjal Kronik adalah penurunan fungsi ginjal dan akan dievaluasi selama tiga bulan, jika fungsi ginjalnya tetap berada di bawah normal maka dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk penanganan selanjutnya. Sifat penyakit Gagal Ginjal Kronik ini juga sifatnya progresif dan tidak bisa kembali normal yang artinya jika tidak ditangani segera dan fungsi ginjal terus menurun maka bisa berujung pada penyakit ginjal tahap akhir atau terminal, yang di mana jika pasien sudah sampai pada tahap penyakit ginjal terminal ini artinya pasien harus melakukan terapi pengganti ginjal.<\/li>\n<\/ul>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"647\" src=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Gagal-Ginjal-Kronik-1024x647.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-large\" alt=\"Gagal Ginjal Kronik\" title=\"Gagal Ginjal Kronik\" srcset=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Gagal-Ginjal-Kronik-1024x647.webp 1024w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Gagal-Ginjal-Kronik-300x189.webp 300w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Gagal-Ginjal-Kronik-768x485.webp 768w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Gagal-Ginjal-Kronik-410x260.webp 410w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Gagal-Ginjal-Kronik.webp 1137w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p>Penyebab kerusakan ginjal ada bermacam-macam, dan yang menjadi penyebab paling utama kerusakannya adalah penyakit metabolik seperti Hipertensi dan Diabetes Melitus. Selain dari faktor penyakit dalam lainnya, gagal ginjal juga dapat dipicu jika terlalu sering mengonsumsi makanan yang mengandung pewarna makanan berkonsentrasi tinggi dan menggunakan <em>E-Cigarette<\/em>. <em>E-Cigarette<\/em> mungkin berbeda dari rokok konvensional pada umumnya, namun e-cigarette tetap saja sama berbahayanya. Jika rokok konvensional yang dihisap hanya asap dan nikotinnya saja, pada <em>e-cigarette<\/em> terdapat kandungan yang tidak dimiliki oleh rokok konvensional yakni \u2018<em>Propylene glycol<\/em>\u2019, ini merupakan plastik sintetis, jadi tidak hanya menghirup asap dan nikotin bahkan pengguna <em>e-cigarette<\/em> juga menghirup dan\u00a0 menimbun plastik sintetis di paru-paru mereka. Penggunaan <em>e-cigarette<\/em> dapat menyebabkan efek penyumbatan pembuluh darah (termasuk pembuluh darah ke ginjal) dan bila ada gangguan ke pembuluh darah ginjal maka hal inilah yang menjadi penyebab penyakit gagal ginjal.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"543\" src=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/E-Cigarette-1024x543.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-large\" alt=\"Dampak E-Cigarette terhadap ginjal\" title=\"Dampak E-Cigarette terhadap ginjal\" srcset=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/E-Cigarette-1024x543.webp 1024w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/E-Cigarette-300x159.webp 300w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/E-Cigarette-768x408.webp 768w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/E-Cigarette-1536x815.webp 1536w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/E-Cigarette.webp 1830w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p>Gejala gagal ginjal dapat bervariasi tergantung pada tingkatannya dan jenis gagal ginjal yang dialami. Beberapa gejala umumnya meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li>Kelelahan<\/li>\n<li>Mual dan muntah<\/li>\n<li>Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki dan tangan<\/li>\n<li>Perubahan frekuensi dan volume urine<\/li>\n<li>Gatal-gatal<\/li>\n<li>Sesak napas<\/li>\n<li>Sakit kepala<\/li>\n<li>Kehilangan nafsu makan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jika merasakan gejala-gejala di atas segera kunjungi dokter untuk diperiksa. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, tes darah dan tes urine. Tes darah akan mengukur kadar <em>kreatinin<\/em> dan urea nitrogen dalam darah, yang merupakan indikator fungsi ginjal. Tes urine akan memeriksa adanya protein atau darah dalam urine.<\/p>\n<p>Metode pengobatannya pun bermacam-macam bergantung pada tingkat stadium dan jenisnya. Bisa menggunakan \u2018<strong>Obat-obatan<\/strong>\u2019 yang sudah diresepkan oleh dokter, biasanya obat-obatan ini untuk mengontrol tekanan darah, mengurangi peradangan, dan melindungi ginjal. Kemudian ada \u2018<strong>Dialisis<\/strong>\u2019 yakni proses pembersihan darah secara buatan untuk menghilangkan limbah dan kelebihan cairan tubuh, dan yang terakhir ada \u2018<strong>Transplantasi Ginjal<\/strong>\u2019 mengganti ginjal yang rusak dengan ginjal donor.<\/p>\n<p>Sebagai mahasiswa, menyikapi fenomena banyaknya yang terkena penyakit gagal ginjal salah satunya yaitu dengan mengatur gaya hidup<em>. <\/em>Makanan dan minuman manis yang ada di sekitar kita menjadi godaan terberat untuk dihindari. Belum lagi dengan banyaknya tugas-tugas yang harus dikerjakan bisa jadi mengharuskan begadang.<\/p>\n<p>Terdapat peribahasa mengatakan <em>\u201cMencegah lebih baik daripada mengobati\u201d<\/em>, tentu saja jika metode pengobatan penyakit gagal ginjal serepot itu maka menjaga kesehatan tubuh dan ginjal tentu saja menjadi hal yang sangat penting. Untuk mencegah penyakit gagal ginjal bisa dengan melakukan hal-hal berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Kontrol gula darah: Jika memiliki diabetes, penting untuk menjaga kadar gula dalam tubuh tetap stabil.<\/li>\n<li>Kontrol tekanan darah: Jaga tekanan darah agar tetap normal.<\/li>\n<li>Minum banyak air putih: Air putih dapat membantu membersihkan ginjal.<\/li>\n<li>Batasi asupan garam: Asupan garam tinggi dapat meningkatkan tekanan darah.<\/li>\n<li>Olahraga secara teratur: Olahraga dapat membantu menjaga kesehatan ginjal.<\/li>\n<li>Hindari merokok: Merokok dapat merusak pembuluh darah ginjal.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan menerapkan gaya hidup yang sehat, tidak hanya ginjal yang dapat merasakan manfaatnya, seluruh tubuh juga dapat merasakan manfaatnya. Oleh karena itu, yuk mari mulai hidup sehat TelUtizen Jakarta!<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><strong>Penulis : Siti Zakiyah | Editor : Husna Rahmi<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Baca Juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/bte-tea-time-2024\/\">BTE TEA TIME 2024<\/a><\/strong><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"BTE TEA TIME 2024: Ngobrol Santai Soal Kesehatan Ginjal S1 Teknik Telekomunikasi mengadakan kegiatan rutin tahunan mereka yakni BTE TEA TIME. Pada BTE TEA TIME 2024 kali ini terdapat dua materi non akademik yang disampaikan oleh narasumber yang ahli dalam bidangnya, salah satunya membahas terkait 'Gagal\u00a0Ginjal\u2019 yang disampaikan oleh dr. Rizka Novita Indriani Sp.PD. Ginjal [...]","protected":false},"author":30,"featured_media":23923,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[294,300],"tags":[749,750,857,856],"class_list":["post-23921","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kehidupan-kampus","category-pendidikan","tag-bte-tea-time","tag-bte-tea-time-2024","tag-gangguan-ginjal","tag-kesehatan-ginjal"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23921","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/30"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23921"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23921\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23923"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23921"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23921"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23921"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}