{"id":23229,"date":"2024-08-28T13:30:55","date_gmt":"2024-08-28T06:30:55","guid":{"rendered":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/?p=23229"},"modified":"2024-08-28T14:38:59","modified_gmt":"2024-08-28T07:38:59","slug":"7-osi-layer-the-building-blocks-of-networking","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/7-osi-layer-the-building-blocks-of-networking\/","title":{"rendered":"7 OSI Layer: The Building Blocks of Networking"},"content":{"rendered":"<div class=\"wpb-content-wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h1 style=\"text-align: center;\"><b><span lang=\"EN-US\" style=\"color: windowtext;\">7 OSI Layer: The Building Blocks of Networking<\/span><\/b><\/h1>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p>7 OSI Layer (Open System Interconnection) adalah sebuah standar yang dikembangkan oleh International Organization for Standardization (ISO) untuk memberikan kerangka kerja yang terstruktur dan logis mengenai cara komunikasi data melalui jaringan. Model ini sangat dominan dan telah menjadi referensi utama dalam literatur komunikasi data, terutama sebelum tahun 1990. Penerapan komunikasi data dalam Model 7 OSI Layer memungkinkan metode komunikasi yang lebih efisien antara perangkat, seperti dalam komunikasi PC to PC. Setiap lapisan dalam Model 7 OSI Layer memiliki fungsi khusus yang didukung oleh lapisan di bawahnya, sehingga membentuk proses komunikasi yang kompleks namun teratur.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"850\" height=\"1177\" src=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/OSI-Model-Layers-1.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-full\" alt=\"7 OSI Layer\" title=\"7 OSI Layer\" srcset=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/OSI-Model-Layers-1.webp 850w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/OSI-Model-Layers-1-217x300.webp 217w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/OSI-Model-Layers-1-740x1024.webp 740w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/OSI-Model-Layers-1-768x1063.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 850px) 100vw, 850px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"text-align: center;\">Gambar 1 sumber: <a href=\"https:\/\/www.infosectrain.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/OSI-Model-Layers-1.jpg\">infosectrain<\/a><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p>Secara garis besar, peranan dan uraian dari setiap 7 OSI layer dapat dijabarkan sebagai berikut:<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<ol>\n<li><strong>Lapisan Fisik (Physical Layer)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Lapisan fisik pada 7 OSI layer merupakan fondasi dari seluruh komunikasi jaringan. Sebagai lapisan paling bawah dalam model OSI, lapisan ini bertanggung jawab untuk mengubah data digital yang berupa untaian bit menjadi sinyal fisik yang dapat ditransmisikan melalui media transmisi seperti kabel tembaga, serat optik, atau gelombang radio. Perangkat keras yang beroperasi pada lapisan fisik ini mencakup berbagai komponen, mulai dari kartu jaringan (NIC) yang terpasang di dalam komputer hingga perangkat jaringan seperti hub dan repeater. NIC berfungsi sebagai jembatan antara perangkat komputer dengan media transmisi, sedangkan hub dan repeater digunakan untuk memperkuat sinyal dan mendistribusikannya ke berbagai perangkat dalam jaringan. Selain itu, lapisan fisik juga mendefinisikan karakteristik fisik dari media transmisi, seperti jenis kabel yang digunakan, kecepatan transmisi data, serta metode pengkodean sinyal. Dengan kata lain, lapisan fisik adalah lapisan yang secara langsung berinteraksi dengan dunia fisik dan menyediakan dasar bagi lapisan-lapisan di atasnya untuk melakukan komunikasi data.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<div class=\"flex-shrink-0 flex flex-col relative items-end\">\n<div>\n<div class=\"pt-0\">\n<div class=\"gizmo-shadow-stroke flex h-8 w-8 items-center justify-center overflow-hidden rounded-full\">\n<div class=\"h-full w-full\">\n<div class=\"gizmo-shadow-stroke overflow-hidden rounded-full\">\n<ol start=\"2\">\n<li><strong> Lapisan Data Link (Data Link Layer)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"group\/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex-col gap-1 md:gap-3\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col flex-grow\">\n<div class=\"min-h-&#091;20px&#093; text-message flex w-full flex-col items-end gap-2 break-words &#091;.text-message+&amp;&#093;:mt-5 overflow-x-auto whitespace-pre-wrap\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"0964932e-78e8-40d5-b0e3-0b3a359b8bbe\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-&#091;3px&#093;\">\n<div class=\"markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light\">\n<p>Lapisan pada 7 OSI layer ini berfungsi untuk menangani pengiriman data antara perangkat-perangkat yang berada dalam jaringan yang sama. Di lapisan ini, data diubah menjadi frame yang dilengkapi dengan informasi penting seperti alamat MAC (Media Access Control). Tujuan utama dari lapisan ini adalah memastikan bahwa data yang dikirimkan melalui lapisan fisik tiba tanpa ada kesalahan. Protokol yang bekerja di lapisan ini meliputi Ethernet dan Wi-Fi.<\/p>\n<p>Selain itu, lapisan ini juga bertugas mengatur bagaimana bit-bit data digabungkan menjadi frame, serta melakukan koreksi kesalahan dan kontrol aliran data. Di sini juga terdapat pengalamatan perangkat keras menggunakan alamat MAC. Lapisan ini dibagi menjadi dua sublapisan menurut spesifikasi IEEE 802, yaitu Logical Link Control (LLC) dan Media Access Control (MAC). LLC berfungsi untuk menyiapkan transmisi ulang jika terjadi kegagalan paket, sedangkan MAC mengelola akses langsung ke lapisan fisik berdasarkan metode pengontrolan akses media, seperti CSMA\/CD dan CSMA\/CA.<\/p>\n<p>CSMA\/CD, digunakan dalam jaringan Ethernet, mengatur agar sebuah node jaringan hanya mengirimkan data saat jaringan sedang tidak digunakan. Jika terjadi tabrakan, node akan mencoba kembali secara acak. Sedangkan CSMA\/CA, protokol yang menganalisis kondisi jaringan untuk mencegah tabrakan, mengirimkan sinyal sebelum data ditransmisikan untuk mendeteksi potensi tabrakan dan memerintahkan perangkat lain untuk berhenti mengirimkan sinyal.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<ol start=\"3\">\n<li><strong> Lapisan Jaringan (Network Layer)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Lapisan jaringan pada 7 OSI layer bertanggung jawab untuk menentukan jalur terbaik (routing) untuk mentransmisikan data dari sumber ke tujuan di berbagai jaringan. IP (Internet Protocol) adalah protokol yang paling umum digunakan di lapisan ini. Selain itu, lapisan ini juga menangani pengalamatan logis melalui alamat IP.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"2000\" height=\"2000\" src=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/7054178.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-full\" alt=\"7 OSI layer Internet\" title=\"7 OSI layer Internet\" srcset=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/7054178.webp 2000w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/7054178-300x300.webp 300w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/7054178-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/7054178-150x150.webp 150w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/7054178-768x768.webp 768w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/7054178-1536x1536.webp 1536w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/7054178-92x92.webp 92w\" sizes=\"(max-width: 2000px) 100vw, 2000px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<ol start=\"4\">\n<li><strong> Lapisan Transport (Transport Layer)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Lapisan transport pada 7 OSI layer bertanggung jawab untuk memastikan data dikirimkan dengan andal dan sesuai urutan ke tujuan. Protokol yang bekerja pada lapisan ini termasuk TCP (Transmission Control Protocol) dan UDP (User Datagram Protocol). TCP menyediakan pengiriman data yang andal, sementara UDP memungkinkan pengiriman data yang lebih cepat namun tanpa jaminan.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<ol start=\"5\">\n<li><strong> Lapisan Sesi (Session Layer)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Lapisan sesi pada 7 OSI layer mengelola komunikasi antara perangkat, termasuk membuka, memelihara, dan mengakhiri sesi komunikasi. Ini juga mengelola pertukaran data di antara dua perangkat secara berkelanjutan. Contoh penggunaan lapisan sesi termasuk dalam aplikasi konferensi video dan remote desktop.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<ol start=\"6\">\n<li><strong> Lapisan Presentasi (Presentation Layer)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Lapisan presentasi pada 7 OSI layer bertanggung jawab untuk mengubah data ke dalam format yang dapat dimengerti oleh lapisan aplikasi di atasnya. Ini melibatkan enkripsi, dekripsi, kompresi, dan format data seperti ASCII, JPEG, atau MP3. Lapisan ini memastikan bahwa data yang dikirimkan dapat diterjemahkan dengan benar di kedua sisi komunikasi.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<ol start=\"7\">\n<li><strong> Lapisan Aplikasi (Application Layer)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Lapisan aplikasi pada 7 OSI layer adalah lapisan tertinggi dalam model OSI, yang menyediakan antarmuka langsung bagi pengguna untuk berinteraksi dengan jaringan. Aplikasi seperti web browser, email, dan FTP (File Transfer Protocol) bekerja di lapisan ini. Lapisan ini juga berinteraksi dengan perangkat lunak aplikasi untuk mengirimkan data ke lapisan-lapisan di bawahnya.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"2560\" height=\"2560\" src=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/11111-scaled.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-full\" alt=\"7 OSI Layer step\" title=\"7 OSI Layer step\" srcset=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/11111-scaled.webp 2560w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/11111-300x300.webp 300w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/11111-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/11111-150x150.webp 150w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/11111-768x768.webp 768w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/11111-1536x1536.webp 1536w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/11111-2048x2048.webp 2048w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/11111-92x92.webp 92w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><strong>Cara Kerja OSI 7 layer<\/strong><\/h2>\n<p>Cara kerja dari 7 OSI layer yaitu informasi pertama kali diproses di lapisan Application. Kemudian, informasi tersebut melewati lapisan Presentation dan Session tanpa mengalami perubahan bentuk. Pada tahap ini, informasi masih disebut PDU (Protocol Data Unit) atau hanya data. Saat mencapai lapisan Transport, data mulai diubah menjadi segmen. Segmen ini kemudian dikirim ke lapisan Network dan diubah menjadi paket. Paket ini terus berjalan menuju lapisan Data Link dan diubah menjadi frame. Akhirnya, frame masuk ke lapisan Physical dan dipecah menjadi bit-bit. Di lapisan ini, bit-bit diubah menjadi bentuk fisik seperti arus listrik atau gelombang elektromagnetik.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p>Referensi<\/p>\n<p>Ramadhani SI, Humainah RF, Nugroho A, Ariwibowo D. 2024. Penerapan Komunikasi Data Pada Osi Layer PC to PC Menggunakan Cisco Packet Trace. <em>Jurnal Penelitian Rumpun Ilmu Teknik (JUPRIT)<\/em>. 3(2) : 66-77.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\">\n<div class=\"wpb_wrapper\">\n<p style=\"text-align: left;\" align=\"center\"><b><span lang=\"EN-US\"><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/revolusi-ai-otonom-bagaimana-mesin-belajar-mengubah-dunia\/\">AI Otonom: Masa Depan Teknologi yang Mandiri<\/a><\/span><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\" align=\"center\"><strong><b><span lang=\"EN-US\">Baca Juga: <\/span><\/b><a href=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/web-hosting-sewa-rumah-untuk-website-anda-di-dunia-maya\/\">Web Hosting: Sewa Rumah untuk Website Anda di Dunia Maya<\/a><\/strong><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"7 OSI Layer: The Building Blocks of Networking 7 OSI Layer (Open System Interconnection) adalah sebuah standar yang dikembangkan oleh International Organization for Standardization (ISO) untuk memberikan kerangka kerja yang terstruktur dan logis mengenai cara komunikasi data melalui jaringan. Model ini sangat dominan dan telah menjadi referensi utama dalam literatur komunikasi data, terutama sebelum tahun [...]","protected":false},"author":37,"featured_media":23242,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[300],"tags":[682,683,684],"class_list":["post-23229","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-7-osi-layer","tag-open-system-interconnection","tag-open-system-interconnectionosi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23229","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/37"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23229"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23229\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23242"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23229"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23229"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23229"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}