{"id":19329,"date":"2023-12-12T14:56:06","date_gmt":"2023-12-12T07:56:06","guid":{"rendered":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/?p=19329"},"modified":"2024-04-29T11:17:30","modified_gmt":"2024-04-29T04:17:30","slug":"bisnis-model-canvas-modal-kesuksesan-bisnis-yang-terarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/bisnis-model-canvas-modal-kesuksesan-bisnis-yang-terarah\/","title":{"rendered":"Bisnis Model Canvas: Modal Kesuksesan Bisnis yang Terarah"},"content":{"rendered":"<div class=\"wpb-content-wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\"><h2 style=\"text-align: left\" class=\"vc_custom_heading vc_do_custom_heading\" >Bisnis Model Canvas: Modal Kesuksesan Bisnis yang Terarah<\/h2>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p>Untuk mengembangkan suatu bisnis di tengah kemajuan teknologi saat ini banyak aspek-aspek yang perlu diperhatikan, perlu di analisis mana yang dapat membantu tumbuh kembang bisnis dan yang akan menjadi ancaman bagi bisnis itu sendiri. Indonesia memiliki visi untuk menjadi negara yang berdaya saing global. Anda dan rekan-rekan startup founder lainnya lah adalah harapan kita semua untuk dapat menciptakan inovasi yang mampu menggerakan roda ekonomi digital dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat luas, begitulah pemaran Direktur Jendal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI pada pengantar buku saku RINTISAN yang membahas tentang <em>Business Model<\/em><em>.<\/em><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\"><h2 style=\"text-align: left\" class=\"vc_custom_heading vc_do_custom_heading\" >Pentingnya Visi dan Misi untuk Bisnis<\/h2><\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p>Visi dan misi merupakan dua elemen penting dalam pengembangan dan kesuksesan \u00a0bisnis. Visi &amp; misi suatu bisnis merupakan tujuan yang secara garis besar perlu dicapai dan juga memberikan pelaku bisnis tujuan spesifik yang ingin dicapai, meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Visi &amp; misi tidah hanya diperlukan untuk pelaku bisnis atau bisnis tersebut, melainkan berlaku untuk<em> stakeholders eksternal<\/em> seperti pelanggan, mitra dan pemasok. Pernyataan visi &amp; misi dapat digunakan sebagai alat untuk menarik perhatian pihak ketiga untuk dapat bekerjasama. Untuk dapat meraih visi &amp; misi yang telah ditetapkan, pelaku bisnis biasanya menetapkan aspek-aspek lain untuk keberlangsungan bisnis dengan menggunakan <em>tools <\/em>yang tersedia. Bisnis Model Canvas menjadi salah satu <em>tool<\/em> pilihan yang sering kali digunakan oleh pelaku bisnis untuk menentukan elemen-elemen bisnis yang dibagi menjadi sembilan elemen yang dapat membantu bisnis untuk meraih visi &amp; misi. Penjelasan lebih lanjut akan dijelaskan pada artikel berikut :<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<h2 style=\"text-align: left\" class=\"vc_custom_heading vc_do_custom_heading\" >Pengertian Bisnis Model Canvas<\/h2><\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p>Bisnis Model Canva pertama kali dikenalkan oleh Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur dalam buku mereka yang berjudul &#8220;Business Model Generation&#8221; pada tahun 2010 dan telah menjadi panduan yang popular bagi para pelaku bisnis dalam merancang dan mengembangkan model bisnis yang inovatif. Bisnis model canva telah menjadi alat yang sangat berguna dalam membantu pelaku bisnis untuk memvisualisasikan, menganalisis dan mengoptimalkan mdel bisnis suatu bisnis.<\/p>\n<p>Menurut kedua pengembang asli BMC, Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur bisnis model canva merupakan representasi visual dari bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memeberikan dan menangkap nilai untuk keberlangsungan bisnis. Sedangkan menurut Joan Magretta seorang penulis dan konsultan bisnis memaparkan penjelasan bisnis model canva menurut versiny yaitu, alat yang membantu dalam mengidentifikasi bagaimana sebuah organisasi menciptakan nilai untuk pelanggan dan menghasilkan keuntungan dari proses tersebut.<\/p>\n<p>Terdapat sembilan elemen pada template bisnis model canva yang akan dijelaskan lebih lanjut pada penjelsan berikut :<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Customer Segments<\/strong> \u2013 Digunakan untuk mendefinisikan siapa target pasar atau kelompok pelanggan yang akan ditargetkan dalam suatu bisnis<\/li>\n<li><strong>Value Proposition<\/strong> \u2013 Digunakan untuk mendefinisikan nilai atau manfaat yang ditawarkan dari produk atau layanan yang dapat membedakan dan tidak ditawarkan oleh bisnis pesaing<\/li>\n<li><strong>Channels<\/strong> \u2013 Digunakan untuk mendefinisikan bagaimana produk atau layanan akan disampaikan kepada pelanggan, termasuk alat saluran penjualan, distribusi dan komunikasi yang digunaka untuk dapat mencapai pelanggan yang ditargetkan<\/li>\n<li><strong>Customer Relationships <\/strong>\u2013 Digunakan untuk mendefinisikan jenis hubungan yang dibangun dengan pelanggan, terkait interaksi yang memperngaruhi pengalaman dan kesan bagi pelanggan.<\/li>\n<li><strong>Key Resources <\/strong>\u2013 Digunakan untuk mendefinisikan aset fisik, intelektual atau manusia yang diperlukan untuk keberlangsungan bisnis.<\/li>\n<li><strong>Key Activities <\/strong>\u2013 Digunakan untuk mendefinisikan Tindakan atau kegaitan yang akan dan perlu dilakukan oleh bisnis untuk menciptakan, menghasilkan dan memberikan nilai kepada pelanggan, hal ini terkait operasi, produksi, pemasaran dan kegiatan lainnya.<\/li>\n<li><strong>Key Partnerships <\/strong>\u2013 Digunakan untuk mendefinisikan mitra atau pihak eksternal yang berkerjasama untuk mencapai tujuan bersana, seperti pemasok, mitra bisnis, dan lainnya.<\/li>\n<li><strong>Revenue Streams <\/strong>\u2013 Digunakan untuk mendefinisikan sumber pendapatan utama dari bisnis, terkait seluruh pendapatan yang dihasilkan dari produk atau layanan<\/li>\n<li><strong>Cost Structure <\/strong>\u2013 Digunakan untuk mendefinisikan seluruh biaya yang digunakan dalam menjalankan bisnis, terkait biaya produksi, biaya pemasaran, biaya pengiriman atau biaya lainnya yang dikeluarkan untuk mendukung keberlangsungan bisnis.<\/li>\n<\/ol>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<h2 style=\"text-align: left\" class=\"vc_custom_heading vc_do_custom_heading\" >Contoh penggunaan Bisnis Model Canvas<\/h2>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p>Untuk lebih mempermudah pemahaman, berikut merupakan contoh penggunaan Bisnis Model Canva dalam bisnis penjualan poster unik :<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<div class=\"wpb_images_carousel wpb_content_element vc_clearfix wpb_content_element\"><div class=\"wpb_wrapper\"><div id=\"vc_images-carousel-1-1783930634\" data-ride=\"vc_carousel\" data-wrap=\"false\" style=\"width: 800px;\" data-interval=\"0\" data-auto-height=\"yes\" data-mode=\"horizontal\" data-partial=\"false\" data-per-view=\"1\" data-hide-on-end=\"true\" class=\"vc_slide vc_images_carousel\"><ol class=\"vc_carousel-indicators\"><li data-target=\"#vc_images-carousel-1-1783930634\" data-slide-to=\"0\"><\/li><\/ol><div class=\"vc_carousel-inner\"><div class=\"vc_carousel-slideline\"><div class=\"vc_carousel-slideline-inner\"><div class=\"vc_item\"><div class=\"vc_inner\"><a class=\"\" href=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Definisi-Fitur-Manfaat-Cara-Kerja-Keunggulan-dan-Kekurangan-1-1024x576.webp\" data-lightbox=\"lightbox[rel-19329-2983521526]\"><img decoding=\"async\" class=\"\" src=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Definisi-Fitur-Manfaat-Cara-Kerja-Keunggulan-dan-Kekurangan-1-800x500.webp\" width=\"800\" height=\"500\" alt=\"Bisnis Model Canvas: Modal Kesuksesan Bisnis yang Terarah\" title=\"Definisi, Fitur, Manfaat, Cara Kerja, Keunggulan dan Kekurangan\" \/><\/a><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><a class=\"vc_left vc_carousel-control\" href=\"#vc_images-carousel-1-1783930634\" data-slide=\"prev\"><span class=\"icon-prev\"><\/span><\/a><a class=\"vc_right vc_carousel-control\" href=\"#vc_images-carousel-1-1783930634\" data-slide=\"next\"><span class=\"icon-next\"><\/span><\/a><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Bisnis Model Canvas: Modal Kesuksesan Bisnis yang Terarah Untuk mengembangkan suatu bisnis di tengah kemajuan teknologi saat ini banyak aspek-aspek yang perlu diperhatikan, perlu di analisis mana yang dapat membantu tumbuh kembang bisnis dan yang akan menjadi ancaman bagi bisnis itu sendiri. Indonesia memiliki visi untuk menjadi negara yang berdaya saing global. Anda dan rekan-rekan [...]","protected":false},"author":1,"featured_media":20871,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":26,"footnotes":""},"categories":[300],"tags":[182,187,186,184],"class_list":["post-19329","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-bmc","tag-contoh-penggunaan-bisnis-model-canva","tag-pengertian-bisnis-model-camva","tag-visi-misi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19329","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19329"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19329\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20871"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19329"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19329"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19329"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}