{"id":15078,"date":"2023-11-16T20:58:34","date_gmt":"2023-11-16T13:58:34","guid":{"rendered":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/?p=15078"},"modified":"2024-06-07T15:50:49","modified_gmt":"2024-06-07T08:50:49","slug":"reactjs-definisi-fitur-manfaat-cara-kerja-dan-keunggulan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/reactjs-definisi-fitur-manfaat-cara-kerja-dan-keunggulan\/","title":{"rendered":"ReactJS : Definisi, Fitur, Manfaat, Cara Kerja dan Keunggulan"},"content":{"rendered":"<div class=\"wpb-content-wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\"><h1 style=\"text-align: center\" class=\"vc_custom_heading vc_do_custom_heading\" >ReactJS : Definisi, Fitur, Manfaat, Cara Kerja, Keunggulan dan Kekurangan<\/h1><\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p>Penggunaan <a href=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/framework-pengertian-fungsi-cara-kerja-tipe-dan-jenis\/\">framework<\/a> seperti ReactJS oleh pengembang umumnya didorong oleh beberapa alasan, termasuk untuk mempercepat dan menyederhanakan proses pengembangan aplikasi web. Selain itu, <a href=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/framework-pengertian-fungsi-cara-kerja-tipe-dan-jenis\/\">framework<\/a> memudahkan dalam pemeliharaan karena menyediakan pola yang telah ada, dan biasanya dilengkapi dengan fasilitas umum seperti validasi, ORM (Object-Relational Mapping), paginasi, dukungan untuk beberapa database, dan sebagainya.<\/p>\n<p>Meskipun terdapat berbagai <a href=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/framework-pengertian-fungsi-cara-kerja-tipe-dan-jenis\/\">jenis framework<\/a> yang dapat digunakan oleh pengembang, salah satunya yang cukup populer adalah ReactJS. Menurut Donny Stark dalam bukunya, ReactJS adalah framework untuk membangun User Interface yang dibuat oleh Facebook. Akhir-akhir ini, Facebook sedang gencar-gencarnya membagikan hasil hacking mereka selama membangun facebook.com, tak hanya dari ranah Pengembangan Web, bahkan hingga perangkat mobile iOS dan Android dengan React Native. Masih banyak lagi hasil hacking Facebook yang sedang mereka bagikan. Untuk informasi lebih lanjut tentang ReactJS, Anda dapat menyimak ulasan terperinci dalam artikel yang tersedia<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\"><h2 style=\"text-align: left\" class=\"vc_custom_heading vc_do_custom_heading\" >Pengertian ReactJS<\/h2>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p>ReactJS adalah library JavaScript popular yang dibuat oleh Facebook yang digunakan dalam proses pengembangan aplikasi mobile dan web. untuk memfasilitasi pembuatan daripada komponen antarmuka yang interaktif, stateful, serta mudah untuk digunakan ulang. ReactJS sangatlah cocok digunakan untuk rendering antarmuka yang kompleks dengan performa tinggi (Kumar &amp; Singh, 2016).<\/p>\n<p>Dalam pengembangan, ReactJS memiliki berbagai macam kemampuan seperti dapat digunakan untuk membuat animasi suatu objek dengan efek transisi, menjalankan permainan di web browser yang sepenuhnya diprogram dengan menggunakan React. Selain itu, ReactJS juga mampu melakukan validasi form secara real-time saat pengguna mengisikan data pada form tersebut. Untuk melihat penggunaan ReactJS dalam sebuah situs, dapat menggunakan alat tambahan pada Google Chrome yang disebut React Developer Tools. Alat ini dapat mendeteksi apakah ReactJS digunakan atau tidak dalam sebuah web (M &amp; Sonpatki, 2016).<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"200\" src=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/ReactJS-Definisi-Fitur-Manfaat-Cara-Kerja-dan-Keunggulan-300x200.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-medium\" alt=\"Definisi ReactJS\" title=\"Definisi ReactJS\" srcset=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/ReactJS-Definisi-Fitur-Manfaat-Cara-Kerja-dan-Keunggulan-300x200.webp 300w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/ReactJS-Definisi-Fitur-Manfaat-Cara-Kerja-dan-Keunggulan-1024x683.webp 1024w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/ReactJS-Definisi-Fitur-Manfaat-Cara-Kerja-dan-Keunggulan-768x512.webp 768w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/ReactJS-Definisi-Fitur-Manfaat-Cara-Kerja-dan-Keunggulan-1536x1024.webp 1536w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/ReactJS-Definisi-Fitur-Manfaat-Cara-Kerja-dan-Keunggulan-2048x1365.webp 2048w, https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/ReactJS-Definisi-Fitur-Manfaat-Cara-Kerja-dan-Keunggulan-150x100.webp 150w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\"><h2 style=\"text-align: left\" class=\"vc_custom_heading vc_do_custom_heading\" >Fitur-Fitur ReactJS<\/h2>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p>ReactJS memiliki sejumlah fitur yang memungkinkan pengembang untuk membangun antarmuka pengguna yang interaktif dan efisien. Beberapa fitur yang tersedia dan menjadi \u00a0fitur-fitur unggulan ReactJS adalah sebagai berikut :<\/p>\n<p>1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 JavaScript XML (JSX)<\/p>\n<p>Fitur ini merupakan ekstensi syntax JavaScript yang digunakan dalam pembuatan elemen React. Developer menggunakan untuk menyematkan kode HTML pada objek JavaScript, JSX memungkinkan pengembang untuk menggabungkan logika JavaScript dengan tampilan HTML secara lebih mudah dan intuitif.<\/p>\n<p>2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Document Object Model (DOM) Virtual<\/p>\n<p>Fitur ini berfungsi untuk menyajikan halaman web dalam tampilan struktur data (tree\/poho), ReactJS menyimpan struktur data DOM Virtual dalam memorinya, sehingga jika terdapat perubahan pada bagian tertentu dalam struktur data tersebut tidak perlu merender ulang semua datanya<\/p>\n<p>ReactJS menggunakan konsep Virtual DOM untuk mempercepat proses rendering. Dengan menggunakan Virtual DOM, ReactJS hanya memperbarui komponen yang benar-benar berubah, daripada melakukan rendering ulang keseluruhan tampilan.<\/p>\n<p>3.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Komponen dan Properti React<\/p>\n<p>ReactJS memungkinkan pengembang untuk memisahkan antarmuka pengguna menjadi komponen-komponen kecil yang dapat digunakan kembali. Setiap komponen memiliki logika dan tampilan sendiri, sehingga memudahkan pengembangan dan pemeliharaan kode. Elemen React yang dihasilkan akan menentukan bagaimana tampilan antarmuka pengguna yang dilihat oleh user (sisi klien).<\/p>\n<p>4.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Manajemen State<\/p>\n<p>State atau keadaan merupakan objek JavaScript yang mewakili satu bagian dari sebuah komponen. Setiap kali user berinteraksi dengan aplikasi, state juga akan berubah dengan merender UI baru untuk menampilkan perubahan dari interaksi tersebut<\/p>\n<p>Library manajemen state memiliki peran penting dalam memfasilitasi komunikasi dan berbagi data antara komponen-komponen React. Saat ini, terdapat beberapa library manajemen state pihak ketiga yang tersedia, dan antara lain yang paling terkenal adalah Redux dan Recoil. Library-library ini memungkinkan pengembang untuk dengan mudah mengelola state aplikasi dan memperbarui komponen secara efisien. Redux dan Recoil telah menjadi populer di komunitas pengembangan React karena kemampuan mereka dalam mengatur dan menyimpan state, serta menyediakan aliran data yang jelas dan terstruktur di seluruh aplikasi.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>Navigasi Terprogram<\/li>\n<\/ol>\n<p>Navigasi terprogram adalah situasi di mana serangkaian kode menghasilkan sebuah tindakan yang mengarahkan pengguna ke area tertentu. Contohnya adalah dalam proses login dan mendaftar akun, dimana secara terprogram tindakan tersebut akan mengarahkan pengguna ke halaman baru.<\/p>\n<p>React Router merupakan library standar react untuk perutean yang menyediakan berbagai metode navigasi terprogram yang aman antar komponen tanpa mengharuskan user mengklik link apa pun.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\"><h2 style=\"text-align: left\" class=\"vc_custom_heading vc_do_custom_heading\" >Manfaat ReactJS<\/h2>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p>Sejumlah perusahaan besar di seluruh dunia, seperti Netflix, Airbnb, dan American Express, menggunakan React untuk membangun aplikasi webnya. Beberapa kelebihan React yang membuatnya menjadi favorit para developer dibanding kompetitornya adalah:<\/p>\n<p>Berikut adalah beberapa manfaat yang diberikan ReactJS :<\/p>\n<p>1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Mudah Digunakan<\/p>\n<p><em>Developer <\/em>yang memiliki pemahaman tentang JavaScript dapat dengan cepat mempelajari cara menggunakan React karena React sepenuhnya bergantung pada JavaScript dan menggunakan pendekatan berbasis komponen. Dengan pemahaman JavaScript yang ada, mereka dapat langsung mulai mengembangkan aplikasi web menggunakan React hanya dalam beberapa hari saja.<\/p>\n<p>2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Mendukung Komponen Java yang Reusable<\/p>\n<p>ReactJS memungkinkan developer untuk mengggunakan kembali komponen yang telah dikembangkan dalam aplikasi lain yang memiliki fungsi yang sama. Ini akan menghemat waktu dan usaha, serta memberikan kepastian bahwa komponen tersebut berfungsi dengan lancar dan tanpa cacat. Keuntungan utama yang diberikan adalah peningkatan kecepatan dalam pengembangan proyek aplikasi dan penghematan waktu berharga bagi pengembang dan klien. (Sumber: softwareseni, 2018)<\/p>\n<p>3.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Mudah untuk Menulis Komponen<\/p>\n<p>Menulis komponen menjadi lebih mudah dengan menggunakan JSX karena memungkinkan penggabungan antara HTML dan JavaScript. Dengan aturan yang lebih sedikit, developer dapat memiliki kode yang lebih sederhana dibandingkan dengan teknologi lainnya. Meskipun JSX mungkin bukanlah ekstensi sintaks yang paling populer, namun terbukti efisien dalam mengembangkan komponen khusus atau aplikasi dengan volume tinggi. (Sumber: softwareseni, 2018)<\/p>\n<p>4.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Performa Tinggi<\/p>\n<p>Dengan menyimpan Virtual DOM di memori, React menghilangkan kebutuhan untuk melakukan rendering ulang yang berlebihan yang dapat mempengaruhi performa. Selain itu, React memungkinkan pengikatan data satu arah antara elemen, yang membuat proses debugging menjadi lebih sederhana. Modifikasi apa pun yang dilakukan pada komponen turunan tidak akan mempengaruhi struktur induk, sehingga mengurangi risiko kesalahan.<\/p>\n<p>5.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 SEO-Friendly<\/p>\n<p>ReactJS dapat meningkatkan optimasi mesin pencari (SEO) pada aplikasi web dengan meningkatkan performa. Ini disebabkan oleh implementasi Virtual DOM yang mempengaruhi kecepatan halaman. Selain itu, React juga membantu mesin pencari dalam menavigasi aplikasi web dengan melakukan rendering sisi server. Langkah ini menjadi solusi untuk salah satu masalah utama yang dihadapi oleh website dengan banyak kode JavaScript, karena mesin pencari sering menganggap website semacam itu rumit dan sulit untuk di-crawl.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\"><h2 style=\"text-align: left\" class=\"vc_custom_heading vc_do_custom_heading\" >Cara Kerja ReactJS<\/h2>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p>Terdapat beberapa tahapan cara kerja yang harus dilalui pengembang\u00a0<em>website<\/em>\u00a0untuk mengaplikasikan React JS agar dapat berfungsi pada tampilan\u00a0<em>website<\/em>. Berikut adalah beberapa cara kerja React JS yang harus diterapkan yaitu:<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<div class=\"vc_tta-container\" data-vc-action=\"collapse\"><div class=\"vc_general vc_tta vc_tta-accordion vc_tta-color-grey vc_tta-style-modern vc_tta-shape-rounded vc_tta-o-shape-group vc_tta-gap-20 vc_tta-controls-align-default\"><div class=\"vc_tta-panels-container\"><div class=\"vc_tta-panels\"><div class=\"vc_tta-panel\" id=\"1700555620202-f1b4d21e-a4f5\" data-vc-content=\".vc_tta-panel-body\"><div class=\"vc_tta-panel-heading\"><h4 class=\"vc_tta-panel-title vc_tta-controls-icon-position-left\"><a href=\"#1700555620202-f1b4d21e-a4f5\" data-vc-accordion data-vc-container=\".vc_tta-container\"><span class=\"vc_tta-title-text\">1. Mebuat Komponen<\/span><i class=\"vc_tta-controls-icon vc_tta-controls-icon-plus\"><\/i><\/a><\/h4><\/div><div class=\"vc_tta-panel-body\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p>Komponen merupakan unit paling kecil pada ReactJS yang dapat diguankan untuk membangun antarmuka pengguna<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><div class=\"vc_tta-panel\" id=\"1700555620202-b18dae80-149f\" data-vc-content=\".vc_tta-panel-body\"><div class=\"vc_tta-panel-heading\"><h4 class=\"vc_tta-panel-title vc_tta-controls-icon-position-left\"><a href=\"#1700555620202-b18dae80-149f\" data-vc-accordion data-vc-container=\".vc_tta-container\"><span class=\"vc_tta-title-text\">2. Menentukan State dan Props<\/span><i class=\"vc_tta-controls-icon vc_tta-controls-icon-plus\"><\/i><\/a><\/h4><\/div><div class=\"vc_tta-panel-body\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p>State digunakan untuk menyimpan data yang dapat berubah pada komponen, sedangkan props digunakan untuk memberikan data dari komponen induk ke komponen anak.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><div class=\"vc_tta-panel\" id=\"1700555983250-6ed6c640-02ab\" data-vc-content=\".vc_tta-panel-body\"><div class=\"vc_tta-panel-heading\"><h4 class=\"vc_tta-panel-title vc_tta-controls-icon-position-left\"><a href=\"#1700555983250-6ed6c640-02ab\" data-vc-accordion data-vc-container=\".vc_tta-container\"><span class=\"vc_tta-title-text\">3. Rendering<\/span><i class=\"vc_tta-controls-icon vc_tta-controls-icon-plus\"><\/i><\/a><\/h4><\/div><div class=\"vc_tta-panel-body\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p>Rendering\u00a0digunakan untuk mengubah\u00a0state\u00a0dan\u00a0props\u00a0menjadi tampilan pada antarmuka pengguna.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><div class=\"vc_tta-panel\" id=\"1700556046813-8b69c197-8a04\" data-vc-content=\".vc_tta-panel-body\"><div class=\"vc_tta-panel-heading\"><h4 class=\"vc_tta-panel-title vc_tta-controls-icon-position-left\"><a href=\"#1700556046813-8b69c197-8a04\" data-vc-accordion data-vc-container=\".vc_tta-container\"><span class=\"vc_tta-title-text\">4. Handling Events<\/span><i class=\"vc_tta-controls-icon vc_tta-controls-icon-plus\"><\/i><\/a><\/h4><\/div><div class=\"vc_tta-panel-body\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p>Dalam React JS, pengelolaan event dilakukan dengan membuat fungsi yang akan dipanggil saat terjadinya event pada antarmuka pengguna. Sebagai contoh, kita dapat membuat fungsi oneClick pada sebuah tombol yang akan dieksekusi ketika tombol tersebut diklik.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><div class=\"vc_tta-panel\" id=\"1700556101522-11f04dd4-b0a2\" data-vc-content=\".vc_tta-panel-body\"><div class=\"vc_tta-panel-heading\"><h4 class=\"vc_tta-panel-title vc_tta-controls-icon-position-left\"><a href=\"#1700556101522-11f04dd4-b0a2\" data-vc-accordion data-vc-container=\".vc_tta-container\"><span class=\"vc_tta-title-text\">5. Update tampilan secara Efisien<\/span><i class=\"vc_tta-controls-icon vc_tta-controls-icon-plus\"><\/i><\/a><\/h4><\/div><div class=\"vc_tta-panel-body\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p>React JS menggunakan Virtual DOM untuk memperbarui tampilan aplikasi secara efisien. Dengan membandingkan perubahan pada state dan props komponen dengan tampilan pada browser, hanya bagian yang berubah yang diperbarui. Ini menghasilkan aplikasi yang berjalan lebih cepat dan efisien dalam mengubah tampilan antarmuka pengguna.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 32px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\"><h2 style=\"text-align: left\" class=\"vc_custom_heading vc_do_custom_heading\" >Keunggulan &amp; Kekurangan ReactJS<\/h2>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p>Sejak di-launching pada tahun 2013 lalu, React JS kini menjadi salah satu library ternama. Sudah banyak developer yang jatuh hati dengan kemudahan dan keunggulannya. Tidak heran, walaupun dikembangkan oleh Facebook, library ini sudah banyak digunakan oleh berbagai brand dan perusahaan kenamaan<strong>.\u00a0\u00a0 <\/strong><\/p>\n<p>Terdapat 10 keunggulan ReactJS menurut Rian pada softwareseni :<\/p>\n<ol>\n<li>Mempermudah Proses Penulisan Komponen<\/li>\n<li>Kode yang Stabil<\/li>\n<li>Alat Pengembangan yang Lengkap<\/li>\n<li>Mendukung Pengembangan Aplikasi Selure dengan React Native<\/li>\n<li>Didukung oleh Komunitas yang Kuat<\/li>\n<li>Sudah digunakan oleh banyak Perusahaan Start-UP<\/li>\n<\/ol>\n<p>Diantara beberapa keunggulan yang dimiliki reactJS, terdapat beberapa kekurangan yang harus di antisipasi programmer jika ingin menggunakan framework ini. Berikut beberapa kekurangan yang dimiliki reactJS :<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Dokumentasi Berantakan (kurang memadai),<\/strong> dimana kurangnya dokumentasi yang jelas dan terperinci<\/li>\n<li><strong>Perkembangan yang Cepat<\/strong> dapat menyebabkan masalah kompatibilitas dengan versi sebelumnya<\/li>\n<li><strong>JSX sebagai Penghalang, <\/strong>jika developer terbiasa dengan HTML perlu adaptasi dengan sintaksis JSX<\/li>\n<li><strong>Aplikasi react Bergantung pada Library Pihak Ketiga, <\/strong>jika terlalu banyak dependensi pihak ketiga maka dapat memperlambat waktu pengembangan dan meningkatkan kerentanan keamanan<\/li>\n<\/ol>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"ReactJS : Definisi, Fitur, Manfaat, Cara Kerja, Keunggulan dan Kekurangan Penggunaan framework seperti ReactJS oleh pengembang umumnya didorong oleh beberapa alasan, termasuk untuk mempercepat dan menyederhanakan proses pengembangan aplikasi web. Selain itu, framework memudahkan dalam pemeliharaan karena menyediakan pola yang telah ada, dan biasanya dilengkapi dengan fasilitas umum seperti validasi, ORM (Object-Relational Mapping), paginasi, dukungan [...]","protected":false},"author":6,"featured_media":20877,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":39,"footnotes":""},"categories":[300],"tags":[160,161,162],"class_list":["post-15078","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-definisi-reactjs","tag-fitur-reactjs","tag-manfaat-reactjs"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15078","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15078"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15078\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20877"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15078"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15078"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15078"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}